Inspired By True Event, ​Sutradara Ozan Ruz Hidupkan Kembali Tragedi 81 Lewat Film ‘Kapal Terbang’

Foto: Prescon Film Kapal Terbang (Wawan)

Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Tahun 2026 menjadi tahun yang dinantikan bagi para pencinta sinema sejarah tanah air seiring dengan rencana rilisnya film Kapal Terbang. Proyek ambisius karya sutradara Ozan Ruz ini mengangkat kisah nyata pembajakan pesawat oleh kelompok Komando Jihad pada tahun 1981. Melalui tangan dingin sang sutradara, peristiwa mencekam di Bandara Don Mueang Bangkok akan divisualisasikan dengan detail teknis yang luar biasa.

​Salah satu fokus utama dalam produksi ini adalah menciptakan mesin waktu melalui elemen set yang meyakinkan. Ozan Ruz dan tim produksi Solid Cinematic Dreams harus membangun kembali ruang kabin pesawat dan bandara agar identik dengan kondisi puluhan tahun silam. Integrasi antara set artifisial dan lokasi nyata menjadi kunci agar atmosfer ketegangan dalam pesawat terasa realistis di mata penonton.

​Keberhasilan film ini tidak lepas dari dukungan jajaran aktor kelas satu seperti Oka Antara yang berperan sebagai protagonis. Oka mengakui bahwa dirinya tertarik bergabung karena naskah film ini menyentuh sisi-sisi sensitif sejarah yang selama ini jarang diungkap secara gamblang. Ia merasa film ini adalah peluang besar untuk menunjukkan fase penting dalam sejarah keamanan Indonesia kepada publik global.

​”Belum bisa cerita perannya seperti apa karena apa yang dia pakai itu mencerminkan seseorang. Mungkin guidelinenya, dia kelihatannya seperti mahasiswa tapi ternyata dia bukan mahasiswa, protagonis lah,” kata Oka Antara saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jumat (27/2/2026).

​Meskipun film ini menyuguhkan aksi-aksi laga yang mendebarkan, pesan moral yang ingin disampaikan jauh lebih dalam dari sekadar baku tembak. Film ini mengajak penonton untuk merenung tentang batas antara keyakinan dan kemanusiaan. Tragedi Woyla dalam film ini dipandang sebagai momen di mana nilai-nilai hidup manusia dipertaruhkan demi sebuah ideologi yang tersesat.

​Kehadiran aktor senior seperti Jeremy Thomas dan Teuku Rifnu Wikana semakin memperkuat narasi drama yang dibangun. Kolaborasi para aktor ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dalam situasi krisis, yang paling penting untuk dijaga adalah integritas kemanusiaan kita sendiri. Oka Antara sendiri sangat menantikan film ini tayang karena pesan perdamaian yang diusungnya sangat relevan dengan kondisi zaman sekarang.

​”Mungkin karena isunya yang sangat sensitif. Memang ada beberapa hal, seperti yang dibilang Pak George, isu-isu yang menarik sekali pengin kita sajikan melalui visual sinema,” ujar Oka.

​Di balik layar, proses pengerjaan dialog juga menjadi perhatian khusus bagi tim produksi untuk memastikan kesesuaian latar waktu. Penggunaan bahasa yang formal dan tertata rapi menjadi ciri khas film ini untuk menghormati periodisasi tahun 1981. Oka Antara bahkan harus berkonsultasi secara intensif mengenai tata bahasa agar karakternya terasa menyatu dengan era tersebut.

​”Untuk (latar) 1981 itu kita banyak reworks di dialog. Kata-katanya tuh kayak ‘aku’, ‘kau’. Jadi banyak kebantu sama Mas Norman yang dari awal sepertinya sudah melakukan riset cara berbicaranya, tata bahasanya seperti apa. Sulit sih,” ucap Oka jujur mengenai pengalamannya.

​Saat ini, film Kapal Terbang masih berada dalam tahap penyelesaian proses produksi sebelum akhirnya siap didistribusikan ke jaringan bioskop seluruh Indonesia. Harapan besar digantungkan pada film ini agar mampu menginspirasi penonton untuk lebih menghargai sejarah bangsa sekaligus memahami pentingnya kemanusiaan di atas segalanya.

​”Saya ingin masyarakat Indonesia mengenal satu fase di sepanjang sejarah negara kita, ada peristiwa yang sangat berkesan dan mengguncang dunia pada waktu itu,” pungkas Oka Antara dengan penuh harap.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *