8.4 C
New York
Rabu, April 22, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Andhara Early Bicara Terbuka soal Perceraian: Gangguan Kecemasan Jadi Titik Balik Merawat Diri

Cekkabaronline.com, Jakarta – Andhara Early akhirnya buka suara soal alasan di balik keputusannya mengakhiri pernikahan dengan Bugi Ramadhana setelah 14 tahun bersama. Perceraian yang resmi diputus pada Oktober 2025 itu berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan mental yang dialaminya. Perempuan berusia 46 tahun tersebut menilai, langkah berpisah adalah jalan yang harus ditempuh demi pemulihan diri dan masa depan yang lebih sehat, baik untuk dirinya maupun anak-anaknya.

Gangguan kecemasan yang dialami Andhara bukan kondisi yang muncul secara tiba-tiba. Ia mulai benar-benar menyadari masalah tersebut saat pandemi Covid-19, ketika tekanan hidup meningkat dan ruang gerak terbatas. Meski demikian, ia menduga gejala kecemasan sudah ada sejak lama dan terpendam di balik perannya sebagai istri, ibu, sekaligus pribadi yang terbiasa memikirkan orang lain lebih dulu.

“Aku mengalami gangguan kecemasan itu di tahun pada saat pandemi. Psikolog akhirnya mendiagnosis bahwa ini bukan cuma sekedar phobia biasa, ini sudah masuk ke kategori gangguan kecemasan,” ungkapnya kepada awak media di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Foto: Andara Early Ungkap Perceraiannya (Wawan)

Dalam kesehariannya, kecemasan itu kerap muncul dalam bentuk gejala fisik, seperti jantung berdebar dan sesak napas. Andhara mengakui, karakter dirinya yang cenderung overthinking membuat persoalan keluarga, sekecil apa pun, dapat berkembang menjadi beban mental. Kondisi tersebut perlahan memengaruhi kualitas hidup dan relasi dalam rumah tangganya.

Meski sempat mencari masukan dari banyak orang, Andhara memilih menghadapi masalah tersebut dengan caranya sendiri. Upaya mengatasi kecemasan tanpa penanganan medis membuatnya semakin menyadari bahwa ada batas kemampuan diri yang selama ini ia abaikan. Kesadaran itulah yang kemudian mendorongnya untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

“Aku ngerasanya, kok kayaknya lebih dari seumur hidupku aku banyak memberikan itu kepada orang lain. Jadi aku tidak kasihan sama diri sendiri,” ujarnya.

Keputusan berpisah, menurut Andhara, bukanlah bentuk kekalahan, melainkan langkah untuk mulai memperhatikan kebutuhan pribadi yang selama ini terpinggirkan. Ia memandang gangguan kecemasan yang dialaminya sebagai sinyal agar lebih peka terhadap diri sendiri dan tidak terus-menerus mengorbankan kebahagiaan pribadi demi orang lain.

Foto: Andara Early Ungkap Perceraiannya (Wawan)

“Mungkin kedepan aku sudah mulai harus memikirkan diri aku (bahagia),” katanya.

Setelah perceraian tersebut resmi, Andhara merasakan perubahan positif pada kondisi mentalnya. Beban pikiran yang berkurang membuatnya lebih tenang dalam menjalani hari-hari. Ia menilai keputusan itu, meski berat, memberikan ruang baginya untuk bernapas dan menata kembali hidup dengan lebih seimbang.

“Ya mulai membaik, mungkin karena salah satu beban hidupku sudah gak ada ya,” tutupnya.

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles