23.4 C
New York
Selasa, Mei 26, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Kepergian Istri Tercinta Mansyur S: 56 Tahun Setia, Gugur Setelah Perjuangan Panjang Melawan Diabetes

Cekkabaronline.com, Jakarta – Kepergian Hj. Rosidah, istri dari pedangdut senior Mansyur S, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Almarhumah wafat pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB di kediamannya. Kepergian tersebut menjadi akhir dari perjuangan panjang melawan penyakit diabetes yang telah lama diidapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Hj. Rosidah memang terus menjadi perhatian keluarga. Namun, dalam satu tahun terakhir, penurunan kesehatannya terjadi cukup drastis hingga membutuhkan perawatan intensif. Mansyur S setia mendampingi sang istri menjalani proses pengobatan, termasuk perawatan di rumah sakit.

Pedangdut berusia 77 tahun itu mengungkapkan kesedihan mendalam atas wafatnya perempuan yang telah mendampinginya selama lebih dari setengah abad dalam suka dan duka kehidupan rumah tangga.

“Secara pribadi saya merasa amat sangat kehilangan, karena beliau selama 56 tahun mendampingi saya sampai dengan sekarang, itu yang membuat amat bersedih,” kata Mansyur S, di rumah duka, Jakarta Timur, Senin (5/1/2026).

Mansyur S menjelaskan bahwa sang istri telah lama menderita diabetes. Kondisi tersebut sempat stabil, namun dalam dua minggu terakhir sebelum wafat, kesehatannya menurun drastis akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.

“Terakhir ada drop gula. Jadi pada saat kemarin dirawat ada dua minggu, gulanya drop ke angka 46. Memang dari awal sudah ada gula, tapi ternyata tidak terkontrol,” kata Mansyur S.

Selama dua pekan, Hj. Rosidah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah kondisinya dinilai membaik, ia diizinkan pulang dengan catatan harus menjalani kontrol kesehatan secara berkala.

Namun, takdir berkata lain, dan kondisi almarhumah kembali menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Menghadapi kenyataan pahit tersebut, Mansyur S berusaha menguatkan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

“Apa pun ini memang sudah kullu nafsin dza’iqatul maut. Semua orang bakal kembali ke haribaan Illahi,” ujarnya lagi.

Di tengah duka, kenangan indah bersama sang istri terus terpatri dalam ingatan Mansyur S. Salah satu momen yang paling membekas adalah hari pernikahan mereka pada tahun 1970, yang hingga kini tak pernah ia lupakan.

“Jam 20.00 malam itu saya sudah dijemput untuk nyanyi. Kasihan, ditinggal dia nangis, ditinggal sama suaminya yang lagi di pelaminan. Itu satu yang enggak bisa saya lupa,” kenangnya.

Selain itu, Mansyur S juga mengenang sosok Hj. Rosidah sebagai istri salihah yang selalu mendukung dan menjaga keharmonisan keluarga, termasuk lewat hal sederhana yang penuh makna.

“Saya mendambakan istri yang salihah dan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Alhamdulillah saya dapati dari almarhumah. Satu hal yang terakhir yang enggak pernah saya lupa, saya kangen sama masakan beliau. Luar biasa masakan dia,” tuturnya.

Pada detik-detik terakhir kepergian sang istri, Mansyur S berada di sisi almarhumah dan sempat memberikan sentuhan perpisahan terakhir yang penuh haru.

“Saya pegang kepalanya, saya sempat juga cium keningnya, langsung dia, dia usai,” ucapnya sambil terisak.

Menutup kisah duka tersebut, Mansyur S menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk istri tercintanya yang telah berpulang, agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Mudah-mudahan istri tercinta mendapat tempat yang layak di sisi Allah, dilapangkan kuburnya, diampuni segala kekhilafannya, dan husnul khatimah,” harapnya.

 

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles