29 C
New York
Senin, Juli 13, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Bukan Sekadar Liburan, Cara Bijak Inara Rusli Asah Kepedulian Starla pada Palestina Sejak Dini

Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Momen libur sekolah biasanya diidentikkan dengan aktivitas rekreasi atau mengunjungi tempat-tempat hiburan. Namun, pemandangan berbeda justru ditunjukkan oleh selebritas Inara Rusli dalam mendidik putri sulungnya, Starla Rhea Idola Virgoun. Ia memilih memanfaatkan waktu luang tersebut untuk memberikan edukasi moral yang mendalam.

​Bukan mengajak sang anak sekadar bersenang-senang ke pusat perbelanjaan atau tempat wisata populer, Inara justru membawa Starla menghadiri sebuah acara kemanusiaan bertajuk For Palestine. Kegiatan ini sengaja dipilih sebagai sarana pembelajaran nyata agar sang buah hati dapat memahami arti penting kepedulian terhadap sesama.

​Langkah ini diambil bukan tanpa alasan yang matang. Mantan istri Virgoun tersebut mengungkapkan bahwa Starla sebenarnya sudah mendapatkan pemahaman dasar mengenai kondisi di Palestina melalui pembelajaran di sekolahnya. Oleh karena itu, momen libur panjang kali ini dirasa menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperluas wawasan tersebut.

​Kehadiran mereka di acara tersebut bertujuan agar Starla bisa melihat langsung bagaimana besarnya empati dan dukungan nyata dari masyarakat Indonesia. Inara ingin putrinya menyaksikan atmosfer perjuangan yang disuarakan oleh publik secara langsung di lapangan.

​”Alhamdulillah Starla karena di sekolahnya juga diajarkan tentang Palestina. Sekarang kebetulan lagi libur, jadi mami punya kesempatan mengajak Starla ke acara For Palestine ini supaya dia bisa langsung menyaksikan semangat para peserta yang terus menyuarakan kebebasan Palestina,” ujar Inara Rusli di Kawasan M Bloc, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).

Foto: Inara Rusli punya cara berbeda untuk mengisi libur sekolah sang putri, Starla. (Gugun)

Menanamkan Empati Lewat Isu Kemanusiaan

​Melalui keterlibatan langsung dalam aksi sosial seperti ini, Inara menaruh harapan besar bagi masa depan perkembangan emosional sang anak. Ia sangat ingin nilai-nilai empati dan kepekaan sosial dapat tumbuh sekaligus mengakar kuat di dalam diri Starla sejak usia dini.

​Lebih dari itu, pola asuh ini diharapkan mampu membentuk Starla menjadi pribadi yang komunikatif. Inara menginginkan putrinya kelak bisa menjadi perpanjangtanganan informasi dan membagikan pemahaman positif tersebut kepada teman-teman sebaya di lingkungan sekitarnya.

​”Starla juga ikut merasakan semangat untuk berdakwah yang insya Allah nanti bisa dia sampaikan ke temannya, bagaimana perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka dan bagaimana bangsa Indonesia selalu mendukung kemerdekaannya,” lanjut Inara.

​Dalam memberikan pemahaman mengenai konflik yang terjadi di Palestina, Inara mengaku memiliki pendekatan khusus yang disesuaikan dengan usia anaknya. Ia sama sekali tidak menyentuh atau membahas ranah politik yang rumit, melainkan murni menyoroti sisi keadilan universal.

​Ibu tiga anak ini lebih memilih untuk mengetuk sisi humanisme Starla. Terlebih lagi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas korban yang berjatuhan akibat krisis kemanusiaan tersebut didominasi oleh kelompok rentan, yakni kaum perempuan dan anak-anak sekecil Starla.

​”Sebenarnya sesimpel rasa kemanusiaan. Ini bukan lagi masalah perang atau politik, tapi sudah menjadi isu hak kemanusiaan. Apalagi korbannya banyak anak-anak dan perempuan, yang menunjukkan sudah tidak ada keadilan di sana,” tuturnya.

Foto: Inara Rusli punya cara berbeda untuk mengisi libur sekolah sang putri, Starla. (Gugun)

​Perubahan Paradigma Pola Asuh

​Melalui pengalaman emosional di acara For Palestine tersebut, Inara berharap kepekaan sosial Starla akan terus terasah dan berkembang matang seiring dengan pertambahan usianya. Target utamanya adalah membentuk karakter anak yang tidak acuh terhadap penderitaan sesama manusia, khususnya bagi sesama umat Muslim.

​”Harapannya ini menjadi ajang untuk anak lebih mengasah kepekaan dan kepedulian terhadap sesama muslim,” katanya.

​Di sisi lain, momentum ini juga menjadi refleksi tersendiri bagi Inara mengenai transformasinya dalam mendidik anak. Ia mengakui bahwa pola pikirnya dalam merancang aktivitas liburan bagi buah hatinya kini telah mengalami pergeseran yang cukup signifikan dibandingkan masa lalu.

​Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia hanya berfokus pada aspek hiburan semata agar anak tidak merasa jenuh, kini Inara jauh lebih selektif. Ia memprioritaskan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki muatan nilai edukatif serta memberikan dampak positif yang panjang bagi pembentukan karakter anak.

​”Kalau dulu mungkin selalu berpikir bagaimana caranya bikin anak happy dan tidak bosan di rumah. Tapi sekarang, melihat kondisi dunia termasuk Palestina, membuat kita harus lebih peka dan lebih thoughtful dalam memilih kegiatan liburan. Jadi bukan cuma senang-senang, tapi juga ada unsur kebermanfaatannya dan bisa menjadi contoh yang baik,” ucap Inara Rusli.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles