24.5 C
New York
Senin, Agustus 31, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Lewat Single “Rutim”, Rudal Timur Ingin Ubah Stigma Negatif tentang Orang Timur

Cekkabaronline.com, Jakarta — Grup komedi Rudal Timur memilih jalur berbeda untuk menyampaikan pesan tentang masyarakat Indonesia Timur. Setelah dikenal melalui konten humor di media sosial, kelompok yang beranggotakan Reinold R. Lawalata, Yermia Libing, Kristianus Sodho, dan Yohanelis Pangkey tersebut kini menggunakan musik sebagai medium untuk memperkenalkan sisi lain masyarakat dari kawasan timur Indonesia.

Langkah itu diwujudkan melalui single perdana berjudul “Rutim”. Lagu tersebut bukan sekadar upaya memperluas aktivitas kreatif Rudal Timur, tetapi juga membawa pesan mengenai karakter masyarakat Indonesia Timur yang ramah, menyenangkan, dan memiliki potensi dalam berbagai bidang.

“Isi lagunya kita bercerita tentang karakter kita berempat. Lagu ini mengajarkan bahwa orang timur tidak hanya soal keributan, orang timur itu asyik. Ada hal positif yang ingin kita sampaikan. Jadi kita ingin tepis stigma negatif yang selalu disematkan kepada orang timur,” ungkap Kristianus Sodho di kawasan Bintaro, Tangerang, pada Jumat (28/8/2026).

Musik sebagai Cara Melawan Stereotip

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari konsep “Rutim”. Alih-alih menyampaikan kritik secara keras, Rudal Timur memilih pendekatan ringan melalui perpaduan musik dan humor. Cara tersebut dianggap lebih dekat dengan karakter mereka yang selama ini membangun komunikasi dengan masyarakat melalui konten hiburan.

Rudal Timur sendiri beranggotakan talenta yang memiliki latar wilayah Indonesia Timur, termasuk Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Kehadiran mereka di industri hiburan menjadi salah satu upaya menunjukkan bahwa representasi masyarakat timur tidak hanya dapat dibangun melalui pemberitaan atau wacana, tetapi juga melalui karya kreatif.

Popularitas di media sosial menjadi modal awal bagi langkah tersebut. Dalam kurun sekitar enam bulan, konten komedi Rudal Timur disebut telah mengumpulkan sekitar 50 juta tayangan di berbagai platform digital. Capaian itu memperlihatkan adanya basis penonton yang cukup besar untuk membawa pesan mereka ke bentuk karya lain.

Foto: Rudal Timur merilis single “Rutim” untuk menepis stigma negatif terhadap masyarakat Indonesia Timur. Lagu ini memadukan musik, humor, dan pesan positif. (Gugun)

Menggandeng Komunitas Mantra Timur

Dalam penggarapan “Rutim”, Rudal Timur tidak berjalan sendiri. Mereka menggandeng komunitas musik Mantra Timur untuk menghasilkan karya yang tetap memiliki warna musikal khas anak timur sekaligus mudah diterima pendengar dari berbagai latar belakang.

“Emang saya request sama komunitas anak timur, namanya Mantra Timur, mereka punya kualitas luar biasa. Saya minta, dan mereka langsung recording. Bukan projek Roro Jonggrang juga, tapi lagunya emang easy listening. Saya bilang tolong buatin yang gampang diingat, muda dinyanyikan dan diterima semua kalangan,” ujar sang founder.

Bagi founder Rudal Timur, Joanna Kania, musik memberikan ruang baru bagi keempat personel untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini belum sepenuhnya terlihat melalui konten komedi. Ia ingin format hiburan yang mereka bangun tidak berhenti pada lawakan, tetapi berkembang menjadi karya yang lebih beragam.

“Karena kita mau menyajikan sesuatu yang berbeda. Karena biasanya orang bikin komedi ya komedi aja. Saya ingin bikin sesuatu yang fresh, ada lagunya. Mereka bisa eksplorasi kreativitas meka. Saya lihat lagu ini bagus, jadi jingle juga,” jelas Joanna Kania saat.

Terinspirasi Warkop DKI

Konsep menggabungkan komedi dengan musik bukan tanpa referensi. Joanna menyebut Warkop DKI sebagai salah satu inspirasi dalam mengembangkan konsep Rudal Timur. Ia melihat kelompok komedi legendaris tersebut pernah menjadikan musik sebagai bagian dari identitas hiburan mereka.

“Aku melihat pada saat yang lalu, yang keluarin lagu untuk grup komedinya Warkop DKI. Bukan kita mau jiplak, cuma kita mau regenerasi sesuatu yang baik. Konten komedinya kuat, tapi ada lagunya. Jadi inspirasinya dari grup Warkop,” kata Joanna.

Upaya memperluas karya tersebut tampaknya tidak berhenti pada “Rutim”. Rudal Timur menyebut single ini sebagai awal dari perjalanan baru mereka dan membuka peluang menghadirkan karya musik berikutnya. Di sisi lain, mereka juga tengah mempersiapkan proyek film layar lebar dengan naskah yang disebut sudah memasuki tahap pengerjaan signifikan.

“Ini bukan lagu pertama dan terakhir, ini baru permulaan. Lagu kedua ketiga otw,” tutup Rambo.

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles