Cekkabaronline.com – Euforia ajang bergengsi FIFA Asean Cup 2026 menyisakan dinamika panas di luar arena pertandingan bagi pesepak bola Justin Hubner dan sang istri, Jennifer Coppen.
Pasangan selebriti ini mendadak menjadi perbincangan hangat publik menyusul aksi perundungan siber yang menyasar keluarga kecil mereka.
Keriuhan tersebut dipicu oleh unggahan perayaan kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh yang dibagikan Jennifer di akun pribadinya.
Dalam konten tersebut, Jennifer memperlihatkan momen romantis bersama Justin Hubner yang disertai kalimat ungkapan bangga atas pencapaian tim di lapangan hijau.
Sayangnya, euforia keberhasilan tersebut disambut dingin oleh sebagian warganet yang justru melancarkan kritik pedas bernada sarkasme.
Situasi kian memburuk saat komentar-komentar negatif tersebut bergeser menjadi serangan personal yang menargetkan putri kecil mereka yang belum mengerti apa-apa.
Merasa serangan warganet sudah kelewat batas dan melanggar hukum, Jennifer sempat berniat mengambil tindakan tegas dengan melaporkan deretan akun anonim itu ke pihak kepolisian satu per satu.
Namun demi menjaga kedamaian dan suasana yang kondusif bagi keluarganya, Jennifer akhirnya memilih meredam amarah dan membatalkan proses hukum.
“Kalau misalkan dilihat, aku nggak pernah menghina siapa pun atau pihak mana pun. Tapi ya I get it, mungkin lagi sensi atau panas atau gimana. Tapi aku nggak ambil ke hati sih,” tutur Jennifer saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (3/10/2026).
Sikap legawa sang istri berbanding lurus dengan ketenangan Justin Hubner dalam menghadapi atmosfer panas di jagat maya tersebut.
Bukannya terpuruk atau membalas amarah netizen, sang bek tangguh justru menunjukkan mentalitas atlet profesional dengan merespons cemoohan tersebut secara positif.
Justin Hubner memilih menyerap tekanan dan hujatan warganet sebagai bahan bakar motivasi ekstra untuk tampil habis-habisan di pertandingan berikutnya.
Di saat yang sama, pihak keluarga berharap agar tensi di media sosial segera mereda sehingga fokus publik dapat kembali tertuju pada prestasi tim di lapangan.





