Cekkabaronline – Peredaran gelap narkoba di balik jeruji besi kembali mencoreng citra sistem pemasyarakatan setelah beredarnya video amatir warga binaan yang berpesta zat terlarang di Rutan Depok.
Merespons peristiwa tersebut, otoritas rutan menegaskan sikap kooperatif dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi audit eksternal dari instansi berwenang.
Guna menjaga independensi dan objektivitas pengusutan perkara, penanganan kasus ini ditarik ke tingkat regional dan nasional.
Manajemen rutan telah berkoordinasi secara hierarkis dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Ario Galih Maduseno menyatakan bahwa seluruh langkah penanganan telah ditempuh sesuai dengan prosedur operasional standar demi membongkar jaringan distribusi di dalam blok hunian.
Pelaporan ke kantor wilayah dinilai vital untuk merumuskan petunjuk teknis penyelidikan lanjutan.
“Langkah-langkah penanganan sudah secara tepat kami lakukan. Termasuk langkah pelaporan ke pihak kepolisian terkait dugaan adanya petugas membantu memfasilitasi pelanggaran seperti yang dilaporkan atau yang ramai beredar,” jelas Ario, Minggu (4/10/2026).
Proses verifikasi fakta nantinya akan dikawal langsung oleh tim investigasi gabungan yang terdiri atas perwakilan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, tim pusat Ditjenpas, dan divisi kepatuhan internal Rutan Depok.
Tim ini bertugas mengurai alur masuknya zat terlarang serta menelusuri kelalaian prosedur pengawasan.
Selain mendalami keterangan dari 22 narapidana dan dua oknum petugas pengamanan, tim gabungan juga mengevaluasi sistem penggeledahan barang bawaan di pintu gerbang utama.
Pengawasan berkala di seluruh area blok hunian diperketat guna mencegah insiden serupa terulang kembali.
Ario menegaskan bahwa institusinya tidak akan melindungi pihak mana pun yang mencoreng integritas lembaga pemasyarakatan demi keuntungan pribadi.
“Kami juga berjanji untuk transparan dan responsif, siapa pun yang terbukti terlibat melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan. Dan kami Rutan Depok berkomitmen perang terhadap peredaran gelap narkoba,” pungkasnya.





