Cekkabaronline.com, Tangerang Selatan – Menjelang pergantian tahun, sebagian orang memilih berlibur untuk melepas penat. Namun pilihan berbeda diambil Angela Tee, Bara Valentino dan Dewi Lim. Ketiganya justru menghabiskan momen akhir 2025 dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di Yayasan Sayap Ibu, Bintaro, Tangerang Selatan. Aksi sosial ini menjadi penutup tahun yang sarat makna, sekaligus wujud kepedulian terhadap anak-anak dengan disabilitas ganda yang membutuhkan perhatian lebih.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat terakhir di tahun 2025 dan turut diprakarsai oleh Dewi Lim. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengurus yayasan serta anak-anak panti. Tanpa kemewahan, kunjungan ini menghadirkan suasana sederhana namun penuh kehangatan, di mana interaksi langsung dan kebersamaan menjadi inti utama.
Angela Tee, mantan personel grup vokal 7icons sekaligus istri pengusaha Goldwin Yustantio, menuturkan bahwa kunjungan ini sengaja dipilih sebagai bentuk “liburan” yang berbeda. Baginya, menutup tahun dengan berbagi kebaikan merupakan cara terbaik untuk menyambut lembaran baru dengan hati yang lebih lapang.
“Hari ini itu adalah hari Jumat berkah terakhir di tahun 2025. Jadi kita sengaja tidak liburan tapi kita liburannya di Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu di Bintaro,” ucapnya saat ditemui di kawasan Bintaro, Tanggerang Selatan, Jumat (26/12/2025).
Angela menambahkan, keputusan tersebut dilandasi harapan agar tahun yang akan datang bisa dijalani dengan energi positif. Ia percaya bahwa kebaikan yang ditanam di akhir tahun akan menjadi bekal moral dan batin untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Supaya di awal tahun kita mendapatkan sesuatu yang baik ya, diakhiri dengan kebaikan diawali dengan kebaikan pula,” tambahnya.
Bara Valentino yang ikut hadir mengaku kunjungan ini menjadi pengalaman pertamanya bertemu langsung dengan anak-anak penyandang disabilitas ganda. Aktor yang dikenal lewat berbagai peran di layar kaca itu mengaku banyak belajar tentang semangat hidup dari anak-anak Yayasan Sayap Ibu, yang tetap ceria meski memiliki keterbatasan.
“Ini pertama kali aku bertemu sama teman-teman disabilitas di sini dan itu membuat aku semangat untuk ke depannya insyaallah ya 2026 dan ke depannya lagi lebih baik lagi,” ujar Bara.
Yayasan Sayap Ibu Bintaro sendiri dikenal sebagai lembaga yang menampung dan membina anak-anak dengan kondisi multi-disability. Salah satu pengurus yayasan menyampaikan bahwa anak-anak di sana memiliki potensi luar biasa di berbagai bidang, mulai dari seni hingga keterampilan kerja, jika mendapatkan pendampingan yang tepat.
“Anak-anak kami itu punya potensi. Dalam sisi seni menyanyi, kemudian juga ada lagi anak kita yang bisa apa namanya kayak Blackpink. Kemudian juga ada anak kita yang bisa menjadi manajer toko tunai,” jelas salah satu pengurus yayasan.
Suasana haru tak terelakkan saat Angela melihat langsung ekspresi anak-anak tersebut. Ia mengaku hampir meneteskan air mata karena merasakan kebahagiaan tulus yang terpancar, meski tak selalu bisa diungkapkan dengan kata-kata.
“Kalau aku lebih tadi mau nangis ya. Terharu, mau nangis, aku lihat mereka itu di dalam hatinya yang paling dalam mereka kayak happy tapi enggak bisa ngutarain,” ungkap Angela.
Bara pun mengungkapkan perasaan serupa, meski ia berusaha tetap ceria di hadapan anak-anak agar tidak menularkan kesedihan. Sementara itu, Dewi Lim berharap kegiatan ini dapat membuka mata lebih banyak pihak untuk memberikan perhatian berkelanjutan, termasuk mewujudkan fasilitas pendidikan yang layak bagi anak-anak dengan disabilitas ganda.
“Sedih banget tapi kita enggak boleh menunjukkan rasa sedih kita kepada mereka supaya mereka enggak memikirkan hal aneh-aneh atau enggak merasa down. Justru kita harus memberikan keseruan, senangan, supaya mereka selalu happy,” tutur Bara bijak.





