Cekkabaronline.com, Jakarta – Inara Rusli akhirnya menampakkan diri di Polda Metro Jaya pada Jumat (17/4/2026) untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan hukum yang melibatkan dirinya. Sebelumnya, ketidakhadiran Inara dalam jadwal pemeriksaan sempat memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Muncul rumor yang menyebutkan bahwa Inara tengah mengandung karena keluhan sakit di bagian perut yang ia sampaikan sebelumnya.
Isu kehamilan tersebut mencuat setelah pihak kepolisian mengonfirmasi penundaan pemeriksaan Inara karena kondisi kesehatannya yang drop. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, membenarkan bahwa permohonan penundaan tersebut diajukan secara resmi melalui kuasa hukum Inara. Hal ini dilakukan agar Inara bisa fokus pada pemulihan sebelum menghadapi penyidik Unit PPA.
“Permohonan penundaan tersebut telah disampaikan melalui kuasa hukumnya kepada penyidik Unit PPA Polda Metro Jaya,” ucap Budi.
Usai menjalani pemeriksaan kemarin, tim kuasa hukum Inara, Herlina, segera memberikan klarifikasi untuk menepis gosip miring tersebut. Herlina menegaskan bahwa keluhan sakit perut yang dialami Inara murni merupakan gangguan medis pada otot atau saraf, bukan tanda-tanda kehamilan. Menurutnya, Inara mengalami ketegangan otot yang cukup mengganggu aktivitas fisiknya.
”Oh bukan, bukan. Dia sakit di… ada… kan sakit di bagian perut. Perut karena ototnya tertarik gitu. Jadi sakit itu. Jadi buat duduk atau buat apa itu sakit,” ungkap Herlina.
Herlina menjelaskan bahwa Inara harus menjalani serangkaian terapi intensif selama seminggu penuh untuk memulihkan otot perutnya tersebut. Kondisi “saraf kejepit” pada bagian otot inilah yang membuatnya harus beristirahat total. Pihak kuasa hukum juga mengklaim memiliki bukti rekam medis resmi untuk mendukung pernyataan mereka mengenai kondisi fisik Inara.
”Bukan (hamil), saraf kejepit itu otot. Sini apa otot di perutnya dia jadi kalau buat duduk tuh sakit gitu lho. Tapi karena sudah terapi… bukan hamil… karena terapi ini seminggu ini terapi,” tuturnya.
Selain itu, Herlina menambahkan bahwa pemeriksaan rekam medis memang menunjukkan adanya masalah pada otot perut yang memerlukan penanganan serius. Itulah sebabnya, Inara tidak bisa hadir pada jadwal pemeriksaan sebelumnya demi kelancaran proses hukum ke depannya.
”Terapi… makanya kemarin sempat nunda karena dia harus terapi perut karena memang butuh itu, karena kayak kejepit gitu lho. Tapi sekarang sudah enak. Karena kita juga baca rekam mediknya ya memang ada masalah di otot perutnya,” jelas Herlina lagi.
Di tengah kondisi fisik yang belum stabil sepenuhnya, publik juga menanyakan dukungan dari Insanul Fahmi, pria yang dilaporkan bersama Inara. Namun, kuasa hukum lainnya, Daru Quthny, menyebutkan tidak ada informasi bahwa Insanul menjenguk Inara saat sakit. Hubungan keduanya disebut dalam kondisi yang biasa-biasa saja tanpa ada perlakuan istimewa.
”Sejauh ini tidak ada pengakuan ya dari Inara kalau Insanol itu menjenguk, seperti itu. Ya biasa-biasa aja ya. Artinya mereka juga tidak dibilang dekat juga tidak, dibilang memutuskan hubungan juga tidak juga,” ujar Daru Quthny.
Tak hanya fokus pada kasus di Polda Metro Jaya, pihak Inara juga memantau perkembangan kasus lain mengenai illegal access di Bareskrim Polri. Kasus ini berkaitan dengan pembobolan data pribadi yang dilaporkan oleh pihak Inara. Daru mengisyaratkan bahwa dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka terkait perkara tersebut.
”Kita tinggal menunggu saja penetapan tersangkanya siapa. Belum, belum (ada tanggal). Masih ini, menunggu info. Nanti akan turun gitu katanya informasinya masih dalam bulan-bulan ini akan ditetapkan tersangkanya terkait illegal access,” katanya.
Sementara itu, tim hukum Inara juga menyentil bukti CCTV yang diklaim pelapor sebagai bukti kuat perzinaan. Herlina menyatakan video tersebut sangat buram dan tidak menunjukkan aktivitas asusila sebagaimana dituduhkan.
”Itu CCTV-nya nggak jelas ya. Karena itu saya melihatnya juga videonya juga agak remang-remang juga ya kayak gitu. Nggak ada jelas seperti kita lihat film hubungan mereka intim tuh tidak ada. Tidak memperjelas di situ di video itu,” tutup Herlina.




