Cekkabaronline.com, Jakarta – Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menyeret nama mantan menteri Nadiem Makarim mencapai babak baru. Pada Selasa (30/6/2026), Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar kepada Nadiem. Vonis ini memicu reaksi beragam, termasuk dari kalangan selebritas yang hadir memberikan dukungan moral secara langsung.
Salah satu tokoh yang konsisten hadir dalam setiap agenda konferensi adalah Happy Salma. Aktris berusia 46 tahun itu mengaku sangat menghargai proses hukum yang berlaku, namun ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas beratnya hukuman yang diterima Nadiem. Menurut Happy, hukuman tambahan yang membayangi sang sahabat jika tidak membayar denda juga menjadi poin yang sangat memprihatinkan.
“Iya, dan akan ditambah 5 tahun lagi kalau dia tidak bisa membayar denda. Tentu sedih dan kecewa ya. Nadiem dan Franka itu kan sudah seperti saudara bagi saya, dia sahabat saya. Anak-anaknya seperti anak-anak saya sendiri, begitu juga sebaliknya. Jadi sejak awal, ketika mereka mendapatkan cobaan ini, saya sebagai kawan hanya bisa mendoakan, mendukung, hadir, dan memberikan kekuatan secara spiritual,” ujar Happy Salma.
Menjaga Kehormatan di Meja Hijau
Dibalik vonis yang dijatuhkan, Happy Salma menyoroti sikap Nadiem Makarim yang tetap tenang dan berharap selama proses perdamaian setahun terakhir. Ia menilai Nadiem telah berusaha maksimal untuk membuktikan dirinya tidak bersalah melalui jalur-jalur konstitusional yang tersedia, meskipun hasil akhirnya sangat pahit bagi keluarga dan kerabatnya.
“Saya bangga, namun juga, selama hampir satu tahun menghadapi berbagai tuduhan yang diberikan, Nadiem tetap memiliki martabat (harga diri) dan berusaha membela diri dengan sangat baik. Namun, dalam proses, hukuman hari ini ternyata membuat kami kecewa dan sedih,” ungkapnya.
Solidaritas Tanpa Paksaan
Kehadiran rekan-rekan tokoh masyarakat di Pengadilan Tipikor sempat memunculkan spekulasi adanya koordinasi tertentu. Namun, Happy Salma dengan tegas membantah hal tersebut. Ia menyatakan bahwa solidaritas yang ditunjukkan adalah bentuk hubungan murni antara sesama manusia yang didasari rasa peduli dan kedekatan emosional yang sudah lama terbangun.
“Untuk tergerak hati memberikan dukungan kepada seseorang, itu tidak ada yang menyuruh. Dukungan tersebut harus datang dari hati masing-masing, dari dalam diri kita sendiri. Memberikan dukungan, dukungan, maupun aksi nyata itu tidak bisa dipaksakan,” katanya.
Refleksi di Ruang Sidang
Suasana di dalam ruang sidang seringkali menjadi sangat emosional karena mereka memiliki kedekatan dengan terdakwa. Setelah Salma mengakui bahwa dirinya sempat terbawa suasana duka saat melihat air mata dari keluarga Nadiem pecahnya pembacaan amar putusan. Hal ini adalah sisi kemanusiaan yang wajar terjadi dalam setiap proses pencarian keadilan.
“Iya, tentu saja. Namanya juga manusia, ketika melihat ada yang menangis dan sedih, hati kita yang memiliki perasaan pasti akan tersentuh. Hal seperti itu kan tidak ada yang dibuat-buat. Ketika semua sedih dan sedih, tentu kita juga merasa terharu. Semacam itulah rasanya, apalagi kita mengenal baik orangnya,” tutur Happy.
Pesan Terakhir Nadiem dan Sikap Happy Salma
Meski harus menghadapi kenyataan pahit divonis penjara, Nadiem dikabarkan tetap mencintai dedikasinya terhadap Indonesia selama menjabat sebagai menteri. Di sisi lain, pengalaman menyaksikan sahabatnya terjerat hukum membuat Happy Salma semakin mantap karena tidak pernah menyentuh birokrasi dunia dan memilih tetap mengabdi melalui jalur seni budaya.
“Saya tidak menyesal menjadi menteri, saya tidak menyesal mencintai bangsa ini.’ Ya, semoga saja mencintainya tidak melingkari tangan. Kalau bagi saya pribadi, saya sangat salut kepada orang-orang yang berani berada di dalam kewenangan dan sejenisnya,” kata Happy Salma mengutip omongan Nadiem.
“Namun, sejujurnya, saya sendiri tidak berani. Meskipun tidak berani masuk ke ranah tersebut, bukan berarti saya akan berhenti melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk bangsa ini, yaitu lewat profesi saya sebagai seorang seniman,” pungkasnya. (Hen)




