22.9 C
New York
Jumat, Oktober 2, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Bawa Doktrin Polisi Bersama Masyarakat

Cekkabaronline.com – Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Suyudi menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dengan pelantikan tersebut, Suyudi juga resmi menyandang pangkat Jenderal.

Dalam sumpah jabatan yang diucapkan di hadapan Presiden Prabowo, Suyudi menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta komitmennya menjalankan peraturan perundang-undangan.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya,” ujar Suyudi.

Suyudi juga berjanji menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi etika jabatan dan Tribrata.

“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjujung tinggi Tribrata dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi merupakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia sebelumnya juga pernah menduduki posisi Kapolda Banten.

Penunjukan Suyudi sebagai Kapolri dilakukan setelah dirinya menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI.

Dalam proses tersebut, Komisi III DPR menyepakati Suyudi sebagai calon Kapolri. Persetujuan DPR kemudian dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan pada hari yang sama.

Salah satu gagasan yang disampaikan Suyudi dalam fit and proper test adalah konsep “Polisi Bersama Masyarakat”.

Gagasan tersebut menjadi doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri yang, menurut Suyudi, menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.

“Tema yang saya usung adalah polisi bersama masyarakat sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian,” kata Suyudi saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Menurut Suyudi, suara dan kebutuhan masyarakat akan menjadi salah satu pijakan dalam transformasi kepolisian. Ia juga menyebut kritik yang disampaikan publik sebagai masukan untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki.

Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya mengangkat Kapolri baru. Ia juga melantik Komisaris Jenderal Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles