5.6 C
New York
Minggu, April 26, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Siap Digelar, FFW 2025 Angkat Nilai Warisan Wina Armada: Film, Kritik, dan Cinta Tak Pernah Mati

Cekkabaronline.com, Jakarta. Festival Film Wartawan (FFW) 2025 resmi diluncurkan dalam suasana duka sekaligus semangat membara. Tahun ini, FFW memasuki edisi ke-15 dan menjadi penghormatan mendalam untuk mendiang Wina Armada Sukardi, Presiden FFW yang baru saja berpulang. Wina dikenal sebagai sosok tak tergantikan, yang dengan konsistensinya menjaga nyala semangat kritis dalam perfilman nasional melalui peran aktif para wartawan film.

Panitia FFW 2025, di bawah kepemimpinan Benny Benke, menegaskan bahwa kepergian Wina bukanlah akhir dari perjuangan. Dalam konferensi pers yang digelar Rabu, 9 Juli 2025, Benny menyampaikan tekad seluruh tim untuk meneruskan perjuangan sang presiden dengan ketulusan dan integritas.

“Kami memaknai kepergian mas Wina bukan sebagai akhir, melainkan sebagai panggilan untuk melanjutkan perjuangannya dengan lebih gigih,” ujar Benny.

Ia menambahkan bahwa FFW 2025 akan menjalankan proses penjurian secara adil, transparan, dan akuntabel. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi Wina dan komitmennya terhadap kualitas perfilman Indonesia.

Foto: Istimewa

FFW sebagai Pilar Kritik dan Apresiasi Film

Sejak awal pendiriannya, FFW bukan sekadar ajang penghargaan. Festival ini tumbuh menjadi ruang penting di mana wartawan film memainkan peran vital sebagai penjaga nilai-nilai budaya. Wartawan tidak hanya merekam, tetapi juga membentuk narasi dan memantik diskusi kritis atas karya film yang beredar.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung penuh pelaksanaan FFW 2025. Ia menyebut wartawan film sebagai “denyut nadi” yang turut mendorong pertumbuhan industri.

“Wartawan film adalah denyut nadi yang aktif mendorong pertumbuhan dan kedewasaan industri ini. FFW adalah bukti bahwa jurnalisme dan kritik film bisa hidup berdampingan dengan kreativitas,” ungkap Fadli.

Dukungan serupa datang dari Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah Agam, PhD. Ia menekankan bahwa FFW tahun ini akan menjadi momen bersejarah, sekaligus perayaan atas warisan nilai-nilai yang ditinggalkan Wina.

“Kami akan pastikan semangatnya tetap hidup dalam setiap diskusi, setiap pemutaran, dan setiap penghargaan yang diberikan,” ujar Syaifullah.

Foto: Istimewa

Program Khusus FFW 2025: Merayakan Warisan, Membangun Masa Depan

FFW 2025 hadir dengan serangkaian program baru yang dirancang untuk memperluas pengaruh dan jangkauan festival. Salah satu yang paling menonjol adalah Forum Kritik Film & Literasi Media, wadah edukatif yang menggali lebih dalam peran wartawan dalam membentuk apresiasi publik terhadap film.

Panitia juga akan menyelenggarakan Pemutaran Khusus Karya Legendaris, sebagai bentuk penghormatan pada film-film yang selama ini dibela oleh Wina Armada Sukardi. Tak hanya itu, Anugerah Khusus Wina Armada Sukardi akan diberikan kepada insan film yang menunjukkan dedikasi dan kontribusi nyata terhadap kemajuan industri perfilman nasional.

“Manusia datang dan pergi, tapi nilai-nilai yang mereka tinggalkan abadi. FFW akan terus menjadi bagian dari napas panjang perfilman Indonesia,” kata Benny Benke.

Kolaborasi Pemerintah, Pers, dan Sineas

Pemerintah melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kementerian Kebudayaan RI kembali memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FFW 2025. Kolaborasi ini menjadi simbol penting bahwa negara mengakui peran wartawan film dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat dan dinamis.

Benny menegaskan bahwa keberadaan FFW membuktikan bahwa sinergi antara insan pers, sineas, dan pemerintah mampu menciptakan ruang apresiasi yang lebih objektif dan konstruktif.

“Keberadaan FFW adalah bukti bahwa kolaborasi antara insan pers, sineas, dan pemerintah dapat menciptakan ruang apresiasi yang lebih objektif dan membangun,” pungkasnya.

FFW 2025: Menyala di Tengah Duka

Meskipun diliputi duka, FFW 2025 memilih untuk bangkit dan bergerak maju. Panitia dan seluruh pendukung festival menjadikan kenangan terhadap Wina sebagai bahan bakar semangat. Seperti api yang ditiup angin, festival ini akan terus menyala—mengawal, mengkritik, dan merayakan film Indonesia dengan keberanian dan cinta yang tak pernah padam.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles