25 C
New York
Sabtu, Juni 13, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Nama Raffi Ahmad ​Terseret Isu Suap Blueray Cargo, Gading Marten Ungkap di Balik Foto Viral di Amerika

Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Nama presenter kondang Raffi Ahmad mendadak terseret dalam pusaran rumor tak sedap terkait dugaan kasus suap Blueray Cargo. Isu miring ini mencuat setelah foto dirinya bersama sejumlah selebritas tanah air di depan toko tersebut beredar luas. Enggan rumor menggelinding bak bola salju, suami Nagita Slavina ini akhirnya buka suara untuk membersihkan nama baiknya.

​Dalam sebuah konferensi pers yang digelar baru-baru ini, Raffi memberikan klarifikasi menyeluruh guna meluruskan simpang siur yang beredar di publik. Ia menegaskan bahwa tudingan keterlibatan dirinya dalam praktik ilegal tersebut sama sekali tidak berdasar. Hubungan dirinya dengan pihak perusahaan kargo murni sebuah ketidaksengajaan yang terjadi di luar negeri.

​Peristiwa tersebut bermula ketika ayah dua anak ini sedang menikmati masa liburannya di New York, Amerika Serikat. Raffi menceritakan bahwa agenda utamanya saat itu sebenarnya hanya ingin menyantap hidangan di sebuah restoran milik warga negara Indonesia (WNI) bernama Awang Kitchen. Namun, momen santai tersebut mendadak berubah setelah ia melangkah keluar dari rumah makan tersebut.

​Saat hendak meninggalkan lokasi, Raffi yang sedang bersama rekan-rekan artisnya mendadak dipanggil oleh seseorang dari toko sebelah. Sosok tersebut meminta foto bersama sekaligus mencoba menawarkan jasa dari Blueray Cargo. Karena reputasinya yang dikenal ramah, Raffi pun tidak keberatan untuk melayani ajakan berfoto dari sang penggemar di lokasi tersebut.

​”Saya keluar dari Awang Kitchen, satu dua tiga toko di sebelahnya itu ada yang namanya… itu apa namanya? BlueRay. BlueRay. Mereka panggil saya, ‘Mas Raffi, Mas Ariel, Mas Gading foto dong sama saya.’ Ya sudah kami foto,” ungkapnya.

​Meski bersedia mengabadikan momen bersama, presenter papan atas ini menggarisbawahi bahwa interaksi mereka sangat terbatas. Raffi memastikan tidak ada pembicaraan bisnis, apalagi transaksi mencurigakan yang terjadi di dalam toko. Keterbatasan waktu membuatnya harus segera beranjak dari tempat tersebut untuk melanjutkan agenda perjalanan berikutnya.

​”Di depan tokonya. Tidak masuk ke dalam. Dia melihat: Mas Raffi boleh melihat enggak? Aduh, cuma waktu saya juga enggak terlalu banyak, karena kami harus pergi lagi karena itu terakhir saat kita mau pergi,” imbuhnya.

​Kesaksian senada juga meluncur dari mulut sahabatnya, Gading Marten, yang ikut memberikan penjelasan mendalam. Melalui sambungan panggilan video dalam konferensi pers yang sama, Gading menyatakan hal serupa terkait ketidaktahuan mereka mengenai operasional maupun identitas pemilik dari bisnis logistik internasional tersebut.

​”Kita aja baru tahu namanya Blueray aja sekarang nih. Orangnya siapa nggak tahu. Nah orang sana kan ada basa-basi nawarin, ‘Eh kalau kita masuk-masukin barang ke Indonesia, kalau misalnya mau masukin barang bisa ke kita’, ya iya iya kan kita begitu, basa-basi,” kata Gading.

​Mantan suami Gisella Anastasia ini menyayangkan bagaimana sikap ramah dan sopan santun mereka sebagai figur publik justru disalahartikan oleh pihak-pihak tertentu. Gading merasa heran mengapa keramahan biasa di jalanan New York bisa dipelintir menjadi sebuah isu miring seolah-olah mereka telah melakukan transaksi penyelundupan yang melanggar hukum.

​”Namanya aja nggak tahu siapa. Tapi kan kita tidak lanjuti kita pesan apa nggak kan nggak jadi atau apa gimana kenapa jadi ramai gitu lho?” tambahnya dengan nada heran.

​Pada akhir penjelasannya, Raffi Ahmad pun mencoba mencairkan suasana ketegangan konferensi pers dengan sebuah kelakar khas dirinya. Ia menegaskan tidak masuk akal jika dirinya harus menggunakan jalur belakang atau jasa ilegal hanya untuk sekadar membeli barang elektronik dari luar negeri.

​”Ibaratnya kalau misalnya kayak Raffi mau beli iPhone ngapain jauhjauh ke Amerika, beli aja ke Mas Adon,” pungkasnya.

​Melalui penjelasan gamblang dan transparan dari kedua pesohor ini, diharapkan spekulasi liar di tengah masyarakat segera mereda. Pertemuan di New York tersebut murni dinamika keartisan yang kerap dimintai foto oleh publik, tanpa ada sangkut pautnya dengan kasus hukum Blueray Cargo.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles