22.7 C
New York
Selasa, Juni 23, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Sulit Temui Anak hingga Dugaan Eksploitasi, Ruben Onsu Resmi Mengadu ke KPAI

​Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Drama panjang pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Presenter kondang tanah air tersebut mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) demi memperjuangkan hak-hak buah hatinya. Langkah hukum dan konsultasi ini diambil setelah adanya keretakan komunikasi yang berlarut-larut di antara kedua belah pihak.

​Kehadiran pria berusia 42 tahun ini di KPAI tidak sendirian, melainkan didampingi oleh kuasa hukumnya. Ruben Onsu beserta tim hukum bermaksud mencari jalan keluar terbaik atas persoalan pelik yang tengah dihadapi. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membedah situasi terkini mengenai kondisi psikologis dan perlindungan anak-anak mereka.

​Konsultasi Khusus Mengenai Hak Anak

​Usai menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran komisioner KPAI, pihak Ruben memberikan keterangan kepada awak media. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa kliennya melakukan konsultasi mendalam sekaligus melayangkan aduan resmi. Pihak Ruben merasa perlu melibatkan lembaga negara demi menjamin masa depan buah hati mereka.

​”Karena ini Komisi Perlindungan Anak, tentu yang kita bahas tentang anak ya. Jadi semua hal-hal yang berkaitan dengan masalah anak,” kata Minola Sebayang.

​Perlindungan terhadap Hak Tumbuh Kembang

​Tim kuasa hukum menegaskan bahwa seluruh poin yang disampaikan berpusat pada pemenuhan hak mendasar bagi anak-anak Ruben. Pihaknya menilai ada beberapa tindakan yang diduga telah mencederai hak legal anak dalam masa pertumbuhan. Pengaduan ini diharapkan bisa meluruskan kembali batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

​”Apa yang menjadi hak anak, apa yang menjadi pelanggaran terhadap hak anak, itu kami sampaikan,” tambahnya.

​Aduan yang dilayangkan oleh presenter papan atas ini mendapat respons cepat dan terbuka dari pihak komisi anak. Minola bersyukur kedatangan pria berusia 42 tahun ini diterima oleh KPAI, hingga memberikan masukan konkret agar masalah yang terjadi dengan Sarwendah memiliki solusi tepat. Proses mediasi ini diharapkan berjalan objektif.

​”Karena yang paling diutamakan dalam penyelesaian proses ini adalah segala sesuatunya demi kepentingan anak,” ucapnya.

​Dugaan Komersialisasi di Media Sosial

​Lebih lanjut, Minola membeberkan bahwa Ruben mengadukan Sarwendah, karena diduga telah mengeksploitasi anak-anak untuk mendapatkan keuntungan semata. Pihak pelapor menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam aktivitas komersial yang masif di dunia digital. Hal ini dianggap sudah melampaui batas kewajaran aktivitas harian anak.

​Keterlibatan Anak dalam Siaran Langsung Jualan

​Sarwendah diduga sering memunculkan anak-anak saat melakukan siaran langsung berjualan produk bisnisnya di media sosial. Pola promosi digital ini diduga mengorbankan waktu istirahat dan privasi yang seharusnya dimiliki oleh anak-anak di bawah umur. Pihak Ruben merasa keberatan dengan pemanfaatan figur anak demi kepentingan penjualan.

​Persoalan mengenai batasan ruang digital untuk anak ini menjadi perhatian serius selama proses audiensi berlangsung. Pihak KPAI pun memberikan rambu-rambu tegas mengenai hal-hal yang dapat dikategorikan sebagai tindakan eksploitatif terhadap anak.

​”Jadi jangan sampai anak itu dijadikan objek, jangan sampai anak itu dieksploitasi, jangan sampai anak itu tidak memiliki tumbuh kembang yang baik,” jelasnya.

​Penyerahan Bukti Hambatan dan Pengaruh Negatif

​Rambu-rambu dan masukan dari otoritas perlindungan anak tersebut kini menjadi acuan dasar bagi langkah hukum Ruben ke depan.

​”Penjelasan itu tadi yang diarahkan oleh Mas Aris dari pihak KPAI,” tambahnya.

​Bahkan Minola memiliki bukti kalau Sarwendah diduga melakukan eksploitasi anaknya, untuk bisa mendapatkan keuntungan semata. Tak hanya eksploitasi, Minola juga menyerahkan bukti adanya dugaan Sarwendah diduga menghasut anak-anak untuk tidak bertemu ayahnya, Ruben Onsu. Langkah ini diambil karena Ruben merasa dipisahkan secara sengaja dari anak-anaknya.

​”Selain konsultasi, semua bukti kami berikan termasuk ya diduga memengaruhi anak-anak supaya tidak bertemu ayahnya,” ucap Minola Sebayang.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles