Cekkabaronline.com, Jakarta – Tantangan baru kini menghampiri aktris kenamaan Masayu Anastasia dalam proyek layar lebar terbarunya. Wanita berusia 42 tahun ini didapuk menjadi pemeran utama bernama Hastry dalam film bergenre misteri-kriminal bertajuk Autopsy: Dead Body Can Talk. Film yang disutradarai oleh Ozan Ruz tersebut mengangkat kisah nyata dari perjalanan karier dan dedikasi perwira menengah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sekaligus ahli forensik wanita pertama di Asia Tenggara, Kombes Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti.
Dalam karya sinema yang diproduksi untuk menyoroti kerumitan penanganan kasus hukum ini, Masayu membawakan karakter unik yang mengombinasikan dua profesi berat sekaligus, yakni seorang polisi wanita (polwan) dan dokter spesialis forensik. Peran tersebut menjadi momen perdana sepanjang perjalanan karier berakting mantan istri Lembu Wiworo Jati ini di industri hiburan Tanah Air.
Riset Mendalam Hingga Masuk ke Ruang Otopsi Medis
Mengingat karakter yang dimainkannya diangkat dari figur nyata di institusi Polri, Masayu merasa memiliki beban moral besar agar dapat menyajikan performa yang presisi dan akurat. Demi mendalami peran secara maksimal, pemain film Satu Kecupan dan Selamanya ini tidak ragu terjun langsung melakukan observasi mendalam ke ruang otopsi untuk menyaksikan prosedur pembedahan jenazah secara nyata.
“Aku juga mau observasi ke tempat otopsi, dan akhirnya itu semua terjadi. Aku juga banyak baca buku, tonton film yang berhubungan dengan forensik. Itu sih,” ucapnya saat ditemui dalam ajang penayangan perdana film di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).

Menghadapi Kerumitan Istilah Medis dan Prosedur Kepolisian
Proses riset tersebut diakui Masayu tidaklah mudah. Selain harus membiasakan diri berada di lingkungan forensik, ia juga dituntut mempelajari berbagai terminologi kedokteran serta tata cara operasional kepolisian yang sangat teknis. Untuk memastikan ketepatan setiap adegan, proses syuting turut mendatangkan pendampingan ahli kedokteran di lokasi.
“Aku research juga ke ruang otopsi, terus banyak belajar juga dan didampingi juga sama Dokter Agung di lokasi. Jadi bener-bener mempelajari tentang ilmu kedokteran dan kepolisian,” ucapnya.
Ia pun mengakui tingkat kesulitan yang dihadapi selama masa persiapan hingga penjiwaan karakter di depan kamera.
“Sulit banget pastinya. Banyak yang harus dipelajari seperti bahasa medis dan kepolisian. Untungnya dibantu sama sutradara semuanya untuk menjaga mood aku sebagai pemain,” jelasnya.
Detail Peralatan Medis dan Pengalaman di Ruang Forensik
Ketelitian Masayu dalam mendalami peran terlihat dari keingintahuannya terhadap detil penggunaan instrumen bedah forensik. Ia tidak ingin melakukan kesalahan sekecil apa pun saat memerankan sosok pakar forensik yang amat dihormati di Indonesia tersebut.
“Aku juga karena membawa nama ibu Sumy Hastry aku juga enggak mau sembarangan. Ya dari cara memegang pisau, terus alat-alat yang digunakan, itu aku bener-bener tanya sampai detil,” ujar Masayu Anastasia.
“Terus bagian-bagian dari tubuhnya pun, waktu itu aku sempat tanya, ‘Ibu, gimana caranya pas di ruang otopsi,” sambungnya.
Pengalaman berharga mendampingi proses pembedahan di ruang forensik ternyata memberikan impresi mendalam yang tak terlupakan bagi Masayu. Alih-alih merasa takut, atmosfer di ruang bedah bangkai justru semakin memicu rasa ingin tahunya terhadap keahlian medis forensik.
“Aku jadi kayak pengin berada di ruang forensik terus sih setelah mengetahui tindakan otopsi,” ungkapnya.

Kecocokan Naskah dan Rasa Syukur Masayu Anastasia
Bergabungnya Masayu dalam proyek film Autopsy: Dead Body Can Talk diakuinya sebagai bentuk kecocokan materi cerita yang kuat. Ia merasa pesan moral dan nilai edukasi yang dibawa oleh naskah film ini sangat kuat untuk disampaikan kepada publik.
“Jadi kebetulan emang kita nggak pernah tau ya namanya skenario itu memanggil pemainnya. Dan alhamdulillahnya bisa bergabung,” kata Masayu Anastasia.
Ketegangan Menjelang Hari Penayangan Perdana
Meski telah menyelesaikan rangkaian syuting dan observasi dengan maksimal, emosi bercampur aduk tetap menyelimuti pikiran sang aktris. Perasaan antusias yang tinggi berpadu dengan ketegangan saat momen peluncuran film semakin dekat di depan mata.
“Jujur deg-degan ya jelang film ini tayang,” kata Masayu Anastasia ketika ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).
Rasa cemas tersebut berdasar pada besarnya harapan publik terhadap film misteri kedokteran forensik pertama yang diangkat dari kisah nyata dokter kepolisian ini. “Jujur aku deg-degan banget,” ujar Masayu Anastasia.
Jajaran Aktor Bintang dan Jadwal Tayang Bioskop
Film Autopsy: Dead Body Can Talk tidak hanya mengandalkan totalitas Masayu Anastasia, tetapi juga diperkuat oleh deretan aktor berprestasi Indonesia seperti Teuku Rifnu Wikana, Samuel Rizal, komedian Riyuka Bunga, hingga Nagra Pakusadewo. Karya sinematik yang menyajikan dedikasi dokter forensik dalam membongkar tabir kejahatan ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai Kamis, 3 September 2026.




