17 C
New York
Selasa, September 29, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Angkat Cosplayer Hantu Bandung, Film “Conjurig” Siap Wadahi Talenta Muda dan Aktor Senior

Cekkabaronline.com, Jakarta – Kolaborasi rumah produksi Global Borneo Entertainment, Bima Sakti Pictures, dan Imagine hadirkan sinema berlatar budaya pop lokal berjudul “Conjurig” yang berlatar budaya pop lokal. Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Tanah Air mulai 1 Oktober 2026.

Langkah memproduksi film ini berangkat dari fenomena sosial unik di kawasan Alun-Alun dan Jalan Braga, Bandung. Di titik keramaian tersebut, komunitas Comjurig hadir wadah bagi para seniman jalanan yang sehari-hari menghibur warga dengan kostum serta riasan karakter hantu.

Kehadiran para pegiat kostum ini dinilai memiliki daya tarik visual dan nilai historis tersendiri bagi Kota Bandung. Pihak produser melihat ada potensi besar untuk membawa kreativitas ruang publik tersebut ke tingkat nasional melalui media film.

“Selain ceritanya yang dekat dengan keseharian, kami juga ingin Conjurig jadi ruang buat talenta muda Bandung tampil berdampingan dengan aktor-aktor senior seperti Mathias Muchus, Joe P Project, dan Ferry Maryadi. Ini cara kami membawa wajah lokal Bandung ke layar lebar nasional,” kata Muhammad Ariza Darmawan di CGV FX Sudirman, Jakarta, Senin (28/9/2026).

“Kalau untuk angkat cerita cosplay ini karena di Bandung banyak cosplay, terutama di wilayah Asia Afrika itu. Untuk kreativitas di Bandung itu sangat bagus banget. Kita ingin mengapresiasi itu,” lanjut Ariza.

Pengalaman Nyata Sang Sutradara di Jalan Braga

Sutradara Tubagus Deddy secara langsung terjun ke lapangan untuk menggali kisah para cosplayer di kawasan Asia Afrika dan Braga. Dari proses penelusuran tersebut, lahir berbagai cerita unik yang menjadi bahan baku utama skenario film.

Dalam salah satu momen risetnya, Tubagus sempat mengalami kejadian menggelitik saat mencari fasilitas umum di area Braga. Kejadian itu memberinya gambaran nyata mengenai latar belakang para seniman jalanan tersebut.

“Kesulitannya cosplay-nya banyak sekali. Jadi waktu itu saya di Braga ingin ke toilet, itu ada di belakang. Pas buka pintu ternyata muncul pocong, kaget. Ternyata dia orang Sukabumi dan menjadi pocong. Dia nggak cari duit tapi cari kepuasan. Ada juga yang menjadi Spiderman yang mencari uang,” kenang Tubagus.

Berbagai motif para pemeran kostum hantu itu lantas dirangkai menjadi alur cerita yang berpusat pada nilai-nilai kemanusiaan. Sutradara menangkap adanya beragam alasan di balik keputusan seseorang menjadi penampil jalanan.

“Jadi saya menangkap dinamika alasan mereka menjadi cosplay, ada kepuasan, pelarian, dan mencari nafkah. Tapi premis besarnya adalah kejujuran,” tegas Tubagus Deddy.

Foto: Film komedi Conjurig kolaborasi tiga produser siap rilis 1 Oktober 2026. Film ini mengangkat fenomena cosplayer hantu Bandung. (Wawan)

Sindiran Sosial dan Kejujuran di Balik Topeng

Film “Conjurig” juga membawa wacana kritis mengenai realitas kehidupan masyarakat modern. Lewat kostum hantu yang dikenakan, cerita ini membandingkan kejujuran para cosplayer dengan fenomena kepalsuan yang kerap terjadi di kehidupan nyata.

Sineas menilai bahwa pekerjaan menjadi penampil jalanan dilakukan secara transparan tanpa perlu menutupi niat asli mereka dalam mencari nafkah.

“Cosplayer-cosplayer ini jujur soal apa yang mereka lakukan, mencari uang dengan cara yang mereka pilih sendiri. Justru banyak orang di luar sana yang nggak pakai topeng secara fisik, tapi malah menyembunyikan kejujuran mereka. Itu yang ingin Conjurig angkat,” tutur Tubagus.

Kombinasi cerita humor dan pesan moral ini didukung oleh penampilan deretan pemeran lintas generasi. Film “Conjurig” dibintangi nama-nama seperti Dito Darmawan, Ferry Maryadi, Mathias Muchus, Shella Fernanda, Joe P Project, Trie Utami, Anyun Cadel, hingga Bucek Depp.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles