Cekkabaronline.com – Ketegangan di lintasan Sirkuit Mijen, Semarang, menjalar cepat ke area paddock pada penutupan putaran keempat Kejurnas Passion Drift 2026, Minggu (4/10/2026).
Gesekan terjadi akibat perselisihan hasil pertandingan antara kubu SFN Drift Team dengan Akuma Drift Team yang berujung pada protes resmi terhadap pihak panitia pelaksana.
Duel sengit yang mempertemukan Emmanuel Amandio dan Kingston awalnya berjalan ketat dengan teknik manuver presisi tinggi di lintasan aspal.
Usai pertarungan berakhir, panitia dan juri sempat menetapkan Amandio sebagai pemenang resmi babak krusial tersebut.
Euforia kru SFN Drift Team seketika sirna setelah panitia mengumumkan pembatalan keputusan pertama.
Melalui revisi yang diumumkan mendadak, piala kemenangan justru dialihkan ke kubu Kingston dengan alasan adanya kekeliruan sistem komputer penilaian.
Merespons anomali tersebut, manajemen SFN Drift Team langsung melayangkan surat keberatan resmi di lokasi lomba.
Demi menjunjung tinggi integritas kompetisi dan menghindari spekulasi liar di luar sirkuit, pihak Amandio secara terbuka menawarkan solusi tanding ulang (rematch) di hadapan publik penonton.
“Kami menuntut adanya duel ulang agar pemenang ditentukan secara adil di atas aspal sirkuit, bukan lewat perdebatan di ruang tertutup,” demikian nada desakan yang disuarakan kubu pembalap senior tersebut saat meminta keadilan teknis.
Sayangnya, opsi pertarungan ulang yang diajukan kubu penantang ditolak mentah-mentah oleh pihak dewan juri.
Juri tetap bergeming pada status quo dengan dalih bahwa klausul putusan pengadil bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, terlepas dari adanya pengakuan kesalahan sistem di awal.
Penolakan tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi kubu SFN Drift Team dan menyisakan tanda tanya besar di benak para pecinta otomotif tanah air.
Drama di Mijen ini diprediksi akan terus bergulir panas hingga evaluasi teknis akhir musim balap nasional dibuka ke publik.




