Cekkabaronline.com, Jakarta – Aktor papan atas Reza Rahadian kembali menunjukkan eksistensinya dengan terlibat dalam proyek terbaru garapan sutradara Baim Wong. Keduanya berkolaborasi dalam film berjudul “Semua Akan Baik-Baik Saja” yang mengambil latar drama keluarga. Kehadiran Reza dalam jajaran pemain bukan hanya soal profesionalitas kerja, melainkan juga sebagai bentuk dukungan nyata bagi perkembangan karier sang sahabat di balik kamera.
Reza mengamati dengan saksama bagaimana transisi Baim Wong dari genre sebelumnya menuju drama. Baginya, langkah yang diambil Baim adalah sebuah evolusi yang menarik untuk diikuti. Meskipun Baim memiliki latar belakang karya yang lebih gelap di masa lalu, Reza menilai visi yang dibawa Baim dalam proyek kali ini sangatlah terang dan terencana dengan matang.
“Dilihat dari awal mula Baim dirikan Tiger Wong bisa dibilang psychological thriller lah, kali ini sebagai sutradara. Terakhir saya nonton Sukma, terus Baim hubungin saya untuk main film drama,” kata Reza di Kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
Bagi sang peraih Piala Citra, mendukung langkah Baim Wong adalah sebuah prioritas. Kejelasan misi yang dipaparkan Baim membuat para pemain merasa nyaman dan tidak kebingungan selama proses produksi berlangsung. Reza menegaskan bahwa kepercayaan penuh adalah dasar utama mengapa dirinya sangat antusias terlibat dalam film keluarga ini.
“Sebagai teman tidak ada kata lain selain support. Dan ketika ngobrol visi Baim clear. Dia udah tau misinya apa. Tidak bikin kami pemain nebak-nebak ini mau kemana. Jadi itu yang mempermudah sih. Jadi yang pertama support, kedua support, ketiga support,” ucapnya.

Selama berada di lokasi syuting, Reza menemukan banyak kejutan terkait gaya penyutradaraan Baim Wong. Menurutnya, Baim memiliki insting yang sangat tajam dalam menangkap momen-momen krusial secara spontan. Teknik pendekatan visual yang digunakan Baim dinilai memberikan napas baru bagi genre drama yang terkadang cenderung kaku dalam pengambilan gambar.
“Treatment filmnya kali ini Baim kan POV-nya Yudi Datau. Treatment dia memang agak beda. Dia lebih cepat capture moment. Dia bisa masukin orang tiba-tiba, intuisinya cepet banget,” puji Reza Rahadian.
Uniknya, dinamika di set film ini juga diwarnai dengan proses saling asah kemampuan. Meski Baim adalah sutradara, ia tidak segan untuk meminta pendapat dari Reza Rahadian, terutama mengingat sang aktor juga baru saja meraih prestasi di bidang penyutradaraan. Kerja sama tim yang cair ini membuat suasana kerja menjadi lebih produktif dan kaya akan diskusi kreatif.
“Jadi di set saya tidak pungkiri saya sering tanya dia. Jadi adanya dia, dia director baru dan dia udah dapat piala. Kita tanya, ‘Kalo diginiin bagus gak?’,” kenang Baim.
Reza meyakini bahwa kekuatan utama dari film ini terletak pada naskahnya yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia menjanjikan sebuah kisah yang hangat, di mana penonton akan diingatkan kembali mengenai arti penting sebuah rumah. Baginya, konflik-konflik kecil dalam cerita justru memperkuat pesan moral tentang persatuan keluarga di akhir cerita.
“Ini adalah film keluarga yang dari awal membaca naskah clear banget. Meski ada satu anggota keluarga yang kadang berseberangan, pada akhirnya keluarga adalah tempat pulang,” pungkas Reza Rahadian.





