11.8 C
New York
Rabu, April 29, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

JAGAIN, Strategi CdM Reda Manthovani dan Kejaksaan Agung Perkuat Masa Depan Atlet Disabilitas Indonesia

Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Dunia olahraga disabilitas Indonesia memasuki babak baru melalui sinergi strategis antara Kejaksaan Agung RI dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NPC Indonesia yang berlangsung di Lorin Hotel Solo, Selasa (28/4/26), Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel), Reda Manthovani, memperkenalkan program inovatif bertajuk Jaga Inklusi atau JAGAIN. Program berbasis aplikasi ini dirancang untuk memastikan monitoring dan pengembangan atlet disabilitas di seluruh pelosok negeri berjalan lebih terstruktur dan transparan.

​Reda Manthovani menekankan bahwa fondasi utama dari pengembangan olahraga yang berkelanjutan adalah ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi. Melalui JAGAIN, seluruh pengurus dari tingkat daerah hingga pusat, serta institusi Kejaksaan, dapat mengakses basis data yang sama. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan standarisasi dalam pola pembinaan atlet paralimpik di seluruh provinsi.

​”Kami berharap pengurus NPC Indonesia dari mulai pusat, provinsi dan daerah memiliki basis data terlebih dahulu, karena dengan adanya basis data, NPC punya legal standing yang kuat dalam melakukan pembinaan yang seragam,” kata Reda Manthovani.

​Langkah ini sejalan dengan mandat Undang-Undang No.16 ayat 3 Tahun 2004 tentang Kejaksaan. Melalui fungsi intelijen, Kejaksaan berperan aktif memastikan pemerintah daerah memberikan perlakuan yang adil dan inklusif bagi penyandang disabilitas, selaras dengan program Asta Cita. Aplikasi JAGAIN menjadi jembatan bagi para pelaku olahraga di daerah untuk melaporkan kendala atau mengajukan program kerja secara langsung kepada pemangku kebijakan.

Foto: sinergi strategis antara Kejaksaan Agung RI dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia (Istimewa)

​”Itu merupakan dasar dari program Jaga Inklusi atau jaksa jaga disabilitas. Dengan adanya basis data ini para jaksa di kejaksaan negeri itu bisa memantau, misalnya penyandang disabilitas yang masih ada diskriminasi atau kurang setara. Nah, nantinya bisa dilakukan intervensi, meminta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian kepada atlet disabilitas,” jelas Reda Manthovani.

​Reda optimistis bahwa intervensi melalui program JAGAIN akan semakin mendongkrak prestasi atlet disabilitas yang saat ini sudah sangat membanggakan. Sebagai catatan, Indonesia baru saja menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Para Games 2025 dengan raihan 135 emas, melampaui target awal yang hanya 82 medali emas. Dukungan nyata dari pemerintah daerah dianggap sebagai bahan bakar utama motivasi para atlet.

​”Harapannya dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah masing-masing, menjadikan motivasi bagi atlet-atlet di daerah, karena yang dibutuhkan dari atlet-atlet penyandang disabilitas adalah perhatian yang lebih. Makanya diharapkan dengan adanya JAGAIN ini pemerintah daerah bisa men-jagain disabilitas,” tutur Reda Manthovani.

Foto: sinergi strategis antara Kejaksaan Agung RI dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia (Istimewa)

​Respons positif datang dari berbagai pengurus daerah NPC Indonesia, salah satunya Imam Kuncoro, Ketua NPC Jawa Timur. Ia menilai kehadiran tokoh dari Kejaksaan Agung memberikan angin segar bagi regulasi pembinaan olahraga disabilitas di Indonesia. Menurutnya, program ini adalah solusi konkret atas tantangan pengembangan bakat-bakat istimewa di daerah selama ini.

​”Dalam agenda raker hari ini, kita punya narasumber yang kredibel, yaitu dari Kemenpora, dari Kejaksaan Agung, dan juga dari Kementerian Dalam Negeri. Dengan kehadiran beliau-beliau di Raker ini, tentunya sangat menginspirasi kami. Dan, kami juga sangat mengharap dari regulasi beliau-beliau nanti NPC seluruh Indonesia akan menjadi besar, terutama regulasi dari pak Reda Manthovani selaku wakil dari Kejagung yang sudah memberikan materi yang luar biasa,” ucap Imam Kuncoro.

​Bahkan, Imam secara terbuka mendukung agar Reda Manthovani menjadi bagian tetap dari kepengurusan pusat NPC Indonesia demi pengawalan program yang lebih intensif. Dukungan serupa disuarakan oleh Alex Alua, Ketua NPC Papua Pegunungan, yang merasa terbantu dengan adanya rencana bantuan sarana latihan bagi daerah otonomi baru.

​”Saya merasa berterima kasih karena baru pertama kali kami ikut kegiatan Rakernas di Solo. Dan ada beberapa pemateri yang berikan materi yang sangat amat luar biasa buat kami. Semoga saja setelah kami pulang kembali ke Papua Pegunungan bisa menjalankan program pembinaan sesuai dengan arahan pemberian materi pada saat ini Rakernas di Solo ini,” jelas Alex Alua.

​Melalui aplikasi JAGAIN, Kejaksaan RI tidak hanya berperan sebagai pengawas hukum, tetapi juga sebagai pendamping yang memastikan hak-hak atlet disabilitas terpenuhi secara merata. Program ini diharapkan mampu menghilangkan sekat diskriminasi dan mempercepat pemerataan prestasi olahraga paralimpik dari Sabang sampai Merauke.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles