​Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Langkah besar menuju operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru berkapasitas 510 MW kini memasuki fase krusial. Guna memastikan seluruh tahapan berjalan mulus tanpa kendala, PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE) bergerak cepat menggalang kesiapan warga sekitar lokasi proyek. Perusahaan mengadakan agenda sosialisasi intensif mengenai proses pengisian awal waduk atau impounding yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
​Agenda penting yang dikemas dalam Program Kesiapsiagaan Masyarakat dan Keselamatan Bendungan ini diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebanyak 98 peserta yang terdiri dari jajaran aparatur pemerintah, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga yang bertempat tinggal di sekitar area terdampak hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya transparansi informasi dalam mega proyek infrastruktur ini.
​Sinergi Lintas Sektor Demi Keselamatan Bersama
​Pertemuan strategis ini menjadi wadah edukasi interaktif bagi warga untuk memahami secara mendalam alur teknis pengisian air, keandalan sistem keamanan bendungan, serta prosedur mitigasi yang disiapkan. Manajemen PT NSHE memanfaatkan momentum ini untuk membangun jembatan komunikasi yang kokoh dengan seluruh pemangku kepentingan lokal. Sinergi ini dirasa krusial mengingat kompleksitas teknis yang akan dihadapi selama masa transisi proyek menuju operasional.
​Aktivitas sosialisasi ini juga mendapatkan kawalan ketat dan dukungan penuh dari berbagai instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Sejumlah dinas seperti Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan, Diskominfo, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Satpol PP turut hadir di lokasi. Kehadiran Forkopimcam Sipirok dan perwakilan desa melengkapi kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada miskomunikasi di lapangan.
​Manajer Sosial Komunikasi PT NSHE, Arie Dedy Puspita, menegaskan bahwa keterbukaan informasi ini bukan sekadar formalitas kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Lebih dari itu, langkah proaktif ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen jangka panjang korporasi dalam menjaga hubungan harmonis dan membangun rasa saling percaya dengan warga lokal.
​”Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen PT NSHE untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai proses pengisian awal waduk, aspek keselamatan bendungan, serta langkah-langkah mitigasi yang telah dipersiapkan. Kami berharap komunikasi yang terbuka dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung kelancaran proses impounding sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar area proyek,” ujar Arie Dedy Puspita melalui siaran persnya.

​Kesiapan Teknis dan Mekanisme Mitigasi Dampak Sungai
​Rangkaian acara diawali secara resmi melalui penyampaian sambutan dari Camat Sipirok, Danramil 03 Sipirok, jajaran Manajemen PLTA Batangtoru, serta perwakilan Pemkab Tapanuli Selatan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan. Selepas seremonial pembukaan, seluruh peserta disuguhkan pemaparan komprehensif mengenai kesiapan infrastruktur fisik bendungan, pemutaran video profil, hingga simulasi Rencana Tindak Darurat (RTD).
​Pihak manajemen menyatakan seluruh struktur utama, sistem hidromekanikal, dan fasilitas penunjang bendungan telah rampung total serta lolos uji teknis standar ketat. Proses pengisian awal waduk sendiri direncanakan berjalan secara bertahap selama jangka waktu kurang lebih dua minggu. Guna menghindari dampak negatif bagi ekosistem hulu dan hilir, pasokan debit aliran air menuju Sungai Batangtoru dipastikan tetap terjaga stabil sesuai regulasi.
​Sebagai langkah preventif tambahan dalam menjaga keselamatan warga saat beraktivitas, PT NSHE telah memasang papan petunjuk informasi dan rambu peringatan darurat. Fasilitas pengaman ini disebar di lima titik strategis yang berada di kawasan hulu bendungan. Melalui rambu tersebut, batasan area genangan air menjadi lebih jelas terlihat sehingga potensi risiko kecelakaan bagi masyarakat sekitar dapat diminimalisasi sejak dini.
​Sesi diskusi interaktif menjadi penutup jalinan komunikasi, di mana warga aktif menyampaikan aspirasi mulai dari pengadaan lahan, peluang kerja lokal, hingga program CSR. Pihak PT NSHE mendokumentasikan seluruh masukan tersebut untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah demi mewujudkan penyediaan energi bersih yang berkelanjutan di Indonesia. (Hen)





