Cekkabaronline.com – Tensi perdebatan seputar pembukuan nafkah anak dalam pusaran polemik rumah tangga figur publik Ruben Onsu dan Sarwendah menuntut kejelasan posisi hukum.
Di tengah desakan agar data keuangan dibuka secara gamblang, pihak Sarwendah mengingatkan adanya batasan tegas antara transparansi dan eksploitasi urusan domestik di hadapan publik.
Tim kuasa hukum menegaskan bahwa ketiadaan pengumuman rincian dana ke hadapan kamera bukan didasari oleh rasa takut atau adanya pos pengeluaran yang disembunyikan.
Sebaliknya, pembukuan formal internal sebetulnya sudah dinyatakan lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan kapan pun dibutuhkan oleh pihak terkait.
Kuasa hukum Sarwendah lainnya, Chris Sam Siwu, membeberkan pertimbangan fundamental yang mendasari keputusan untuk tidak mempublikasikan lembar rincian pengeluaran nafkah tersebut.
Baginya, data belanja dan kebutuhan logistik rumah tangga menyangkut martabat serta masa depan privasi anak-anak yang harus dijaga dari konsumsi umum.
“Terkait dengan audit nafkah tadi itu sebenarnya sudah ada, sudah dilakukan oleh klien kami. Tetapi klien kami hanya inginnya bahwa tidak di depan media disampaikan, karena itu kan semua ada hal-hal yang sifatnya rahasia yang harus kita jaga,” terang Chris Sam Siwu di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Langkah membatasi akses publik ini dinilai sejalan dengan etika perlindungan ranah privat anak yang tidak semestinya diseret ke dalam panggung perdebatan warganet.
Transparansi keuangan keluarga dipandang cukup diselesaikan secara langsung di antara kedua belah pihak tanpa perlu dijadikan komoditas sensasi hiburan.
Meski demikian, tim hukum menegaskan komitmen Sarwendah untuk bersikap kooperatif jika pihak Ruben Onsu berkeinginan meneliti ulang seluruh bukti transaksi secara tertutup.
Pintu verifikasi dokumen tetap terbuka lebar demi tercapainya kepastian hukum dan kejelasan bagi kedua orang tua asuh.
Sikap menahan diri untuk tidak membeberkan angka audit ke ruang media massa ini diharapkan dapat meredam spekulasi liar di tengah masyarakat.
Dengan demikian, proses pengasuhan anak tetap dapat berjalan kondusif tanpa bayang-bayang polemik finansial yang terus digulirkan di ruang publik.




