13.7 C
New York
Jumat, April 24, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

FNAN Angkat Dul Jaelani Jadi Ikon, Gerakan Baru untuk Hidupkan Lagi Lagu Kebangsaan

Cekkabaronline.com, Jakarta – Penggagas Festival Nyanyian Anak Negeri (FNAN), Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa ajang tersebut lahir dari kegelisahan melihat jarangnya wadah yang benar-benar memprioritaskan pelestarian lagu-lagu kebangsaan. Ia menyampaikan bahwa banyak kompetisi musik bermunculan, namun hanya sedikit yang mengajak generasi muda kembali mengenal nilai keindonesiaan melalui musik.

“Ya, ini bagian dari gerakan kita tentang bagaimana terus-menerus menjaga dan melestarikan nilai-nilai ke-Indonesiaan di masyarakat Indonesia, terutama kalangan anak-anak muda. Tentu kali ini melalui jalur musik,” kata Ahmad Doli Kurnia.

FNAN kemudian dirancang bukan hanya sebagai kompetisi vokal, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter bagi talenta muda. Di dalamnya, para peserta diajak memahami bahwa lagu nasional mengandung identitas bangsa yang tidak boleh tergerus arus globalisasi.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Ahmad Doli Kurnia menunjuk musisi Dul Jaelani sebagai ikon atau duta FNAN. Sosok Dul dianggap mewakili semangat generasi muda yang tetap menjaga kecintaan terhadap budaya Tanah Air di tengah gelombang budaya asing.

Dalam malam final FNAN di Gedung RRI, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025), Dul menegaskan pentingnya festival ini sebagai pengingat bagi anak muda.

Foto: Istimewa

“FNAN ini penting banget menurut saya. Karena ada anak muda yang lupa sama betapa hebatnya Nusantara Indonesia gitu ya,” ujarnya.

Dul juga mengatakan bahwa upaya memperkenalkan kembali lagu-lagu kebangsaan tidak hanya menjadi tugas dirinya, melainkan banyak pihak yang ikut mendorongnya. Ia menilai kekayaan budaya Indonesia adalah harta yang harus dijaga.

“Hal yang kaya raya dan patut dilestarikan oleh kita semua,” tegasnya.

Meski begitu, Dul mengakui tantangannya tidak kecil. Ia menyoroti bahwa westernisasi sudah sejak lama memengaruhi selera musik anak muda, sehingga penting untuk tetap memegang budaya sendiri.

“Jangan sampai kita terlena sama budaya luar,” jelasnya.

Dul memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan pesan bernuansa kebangsaan tersebut. Selain itu, ia ikut terjun langsung mendukung para peserta FNAN agar semakin percaya diri mengenalkan lagu-lagu nasional.

“Jadi, kalau bukan kita-kita semua yang sadar bahwa budaya kita itu patut dibanggakan, siapa lagi,” ujarnya.

FNAN tahun ini mencatat 432 peserta dari berbagai daerah. Setelah melalui proses kurasi, terpilih 10 finalis untuk tampil di hadapan juri yang terdiri dari Pay Burman, Rian D’MASIV, Neno Warisman, dan Vicky Sianipar.

Dengan terselenggaranya FNAN, Dul percaya bahwa lagu kebangsaan dapat kembali digemari anak-anak muda.

“Mungkin, mungkin. Sangat mungkin disukai lagi, tapi pelan-pelan,” ucapnya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles