Cekkabaronline.com, Jakarta – Aktor muda Yusuf Mahardika Lingga Putra mengalami momen tak terlupakan saat terlibat dalam rangkaian promosi film terbarunya, Film Timur. Kegiatan tersebut digelar dengan konsep yang tidak biasa, yakni permainan paintball bersama para pemain lain sebagai bagian dari pendekatan promosi yang mengutamakan pengalaman langsung dan kedekatan emosional dengan suasana film.
Acara promosi ini berlangsung dalam suasana penuh adrenalin, diikuti oleh Yusuf bersama Yasamin Jasem dan Aufa Assegaf. Alih-alih sekadar temu media, para pemain justru ditantang merasakan simulasi pertempuran melalui paintball, yang menuntut kerja sama tim, strategi, dan ketangkasan fisik dalam waktu singkat.
Tak tanggung-tanggung, M Bloc Space disulap menjadi arena tempur bernuansa hutan rimba oleh Ananta Harshawardhana, art director yang pernah masuk nominasi Festival Film Bandung melalui film Srimulat: Hil yang Mustahal. Pengunjung dibuat seolah-olah masuk ke dunia fiksi film Timur.
Namun, keseruan itu sempat diwarnai insiden kecil. Yusuf Mahardika, aktor kelahiran 20 Agustus 1999 yang dikenal publik lewat perannya sebagai Madun dalam sinetron Tendangan Si Madun, menjadi sasaran tembak dan mengalami lebam di tubuhnya. Insiden tersebut terjadi akibat gangguan teknis pada senjata paintball yang digunakannya.
“Nih (menunjukkan luka), gara-gara senjatanya macet,” ungkap Yusuf Mahardika saat ditemui di arena paintball, baru-baru ini.
Yusuf kemudian menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya. Saat permainan berlangsung, ia tengah berlari untuk mengambil posisi strategis. Di tengah situasi genting itu, senjatanya mendadak tidak berfungsi sehingga membuatnya kehilangan kesempatan untuk bertahan atau membalas serangan lawan.
“Terus jadi ngambil (memperbaiki) dulu, pas lagi lari malah kena,” tambahnya.
Meski mengalami lebam yang diperkirakan akan membiru, Yusuf tidak menunjukkan raut kapok. Justru sebaliknya, ia mengaku menikmati sensasi permainan tersebut karena memacu adrenalin, bahkan mengingatkannya pada intensitas adegan laga yang pernah ia jalani saat proses syuting film Timur.
“Kayaknya sih biru ya (lukanya), cuman kita cek aja nanti. Lumayan (sakit) soalnya,” kata Yusuf santai.
Tak hanya Yusuf, pengalaman serupa juga dirasakan Aufa Assegaf yang menjadi lawan mainnya dalam arena. Aufa mengaku sempat merasa khawatir sebelum permainan dimulai, mengingat peluru cat dapat menimbulkan rasa nyeri ketika mengenai tubuh.
“Takut kena tembakan sih, karena berasa sakit kalau kena kan. Tapi pas sudah main kayaknya ya nggak berasa aja kalau kena tembakan. Pas selesai baru berasa pegal banget,” ujar Aufa.
Permainan paintball ini menjadi bagian dari reuni kecil para pemain Film Timur sekaligus strategi promosi yang berbeda dari biasanya. Meski hanya berlangsung sekitar 10 menit, intensitas permainan membuat para peserta merasa kelelahan, seolah baru saja menyelesaikan olahraga kardio berintensitas tinggi.
Dalam pertandingan tersebut, tim Yusuf berhasil keluar sebagai pemenang dengan selisih poin yang cukup tipis. “Tadi poinnya kita beda tiga. Kita berhasil nembak 12, mereka berhasil nembak kita 9,” tutup Yusuf dengan bangga.
Selain menghadirkan pengalaman langsung ala film laga, Arena Tangkas Timur juga menyediakan hadiah menarik bagi peserta. Sebanyak sepuluh pemenang berkesempatan mendapatkan total saldo tabungan Rp5.000.000 di Wondr by BNI serta Tapcash edisi khusus Film Timur.
Melalui konsep ini, Uwais Pictures berharap penonton tidak hanya menyaksikan cerita di layar lebar, tetapi juga merasakan semangat dan atmosfer film yang masih tayang di seluruh bioskop Indonesia.





