20.5 C
New York
Rabu, April 15, 2026

Menyentuh Hati, Sal Priadi Rilis VM ‘Ada Titik-Titik di Ujung Doa’ Sebagai Penutup Era MASPF

Cekkabaronline.com, ​Jakarta – Musisi fenomenal Sal Priadi kembali menggetarkan perasaan para pendengarnya melalui karya visual terbaru. Tepat pada 11 Maret 2026, penyanyi sekaligus aktor berbakat ini resmi meluncurkan video musik untuk lagu berjudul “Ada Titik-Titik di Ujung Doa”. Perilisan ini menjadi momen emosional karena menandai berakhirnya rangkaian perjalanan panjang dari album penuh keduanya yang bertajuk Markers and Such, Pens, Flashdisks (MASPF).

​Lagu yang dikenal memiliki lirik mendalam ini kini hadir dalam bentuk visual yang digarap oleh sutradara Bernardus Raka. Melalui durasi sepanjang 8 menit 9 detik, penonton diajak menyelami pergulatan batin seorang bapak yang berprofesi sebagai pengemudi truk. Narasi yang dibangun memperlihatkan betapa jarak dan absennya raga seringkali menjadi hantu dalam hubungan seseorang dengan orang-orang yang paling mereka sayangi di rumah.

​Sal Priadi mengungkapkan bahwa pemilihan lagu ini sebagai penutup bukanlah tanpa alasan. Baginya, karya ini memiliki makna filosofis tentang sebuah akhir yang juga menjadi awal bagi sesuatu yang baru dalam hidupnya.

​”Lagu ‘Ada Titik-Titik di Ujung Doa’ yang akan dilengkapi dengan video musik ini akan menjadi penghujung rangkaian album MASPF,” tutur Sal. “Saya harap karya ini dapat menjadi titik pengharapan terbaik untuk bertolak ke titik-titik perjalanan selanjutnya.”

​Secara sinematografi, Bernardus Raka tidak berusaha mendikte perasaan penonton, melainkan memberikan ruang interpretasi yang luas melalui sajian audio-visual yang reflektif. Kisah pengemudi truk tersebut seolah mengelaborasi lirik lagu yang bercerita tentang titik-titik dalam doa yang tidak pernah kosong, karena selalu terisi oleh nama-nama tersayang meski raga tak selalu bisa bersua.

​Popularitas lagu ini sendiri sudah tidak diragukan lagi di kancah musik digital. Sejak pertama kali diperkenalkan sebagai bagian dari album MASPF pada tahun 2024, “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” telah diputar lebih dari 80 juta kali. Rinciannya mencakup lebih dari 50 juta pemutaran di Spotify serta 30 juta penayangan untuk versi audio dan video lirik di platform YouTube.

​Peluncuran video musik ini juga melengkapi deretan mahakarya visual dari album yang sama. Sebelum ini, Sal telah sukses merilis video musik resmi untuk lagu “Semua Lagu Cinta”, “Dari Planet Lain”, dan fenomena “Gala Bunga Matahari” yang sempat viral di berbagai media sosial. Hadirnya video musik terbaru ini diharapkan mampu mengikuti kesuksesan versi Live Performance-nya yang meraih 1,8 juta penonton hanya dalam waktu satu bulan.

​Bagi para penggemar, video musik ini mungkin terasa seperti sebuah perpisahan dengan era MASPF yang sangat ikonik. Namun, bagi Sal Priadi, titik terakhir ini hanyalah sebuah jembatan untuk melompat ke fase kreatif yang lebih tinggi. Ia mengaku tidak ingin berlama-lama berhenti dan sudah memiliki rencana matang untuk karya-karya selanjutnya.

​”Meski belum genap dua tahun dari peluncuran album MASPF, saya sudah siap menyambut album studio ketiga. Saya merasa ada kisah-kisah yang terus mengetuk sejak lama, dan ingin sekali saya bagikan kepada banyak orang,” tutup Sal.

​Rekam jejak Sal Priadi di industri hiburan Indonesia memang terbilang sangat distingtif. Memulai karier lewat singel “Kultusan” pada 2017, namanya kian meroket setelah meraih nominasi AMI lewat “Ikat Aku di Tulang Belikatmu”. Karakter suaranya yang khas dan gaya penulisan lirik yang puitis menjadikan Sal sebagai salah satu solois pria paling berpengaruh saat ini.

​Keberanian Sal dalam bereksperimen terlihat jelas pada album MASPF yang sempat menduduki puncak tangga lagu Spotify. Kesuksesan tersebut puncaknya diakui melalui penghargaan Artis Solo Pria Pop Terbaik di AMI 2024 berkat lagu “Gala Bunga Matahari”. Tidak hanya di bidang musik, ia juga membuktikan kapasitasnya sebagai aktor dalam film-film berkelas seperti 24 Jam Bersama Gaspar hingga serial Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams.

​Kini, dengan dirilisnya video musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa”, Sal Priadi resmi menutup satu bab penting dalam buku kariernya. Sambil terus memproses album studio ketiganya, ia meninggalkan jejak rasa yang mendalam bagi siapa saja yang pernah merasakan rindu dan penyesalan yang tersimpan rapi dalam titik-titik doa di penghujung malam.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles