15.8 C
New York
Jumat, Mei 22, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Makna Logo Pesawat Kertas D’MASIV dan Proyek Lagu Bahasa Inggris Usai Keluar dari Musica Studios

Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Langkah berani diambil oleh grup musik legendaris D’MASIV dalam memperingati perjalanan karier mereka di panggung hiburan. Tepat pada tanggal 20 Mei 2026, band yang digawangi oleh Rian dan kawan-kawan ini secara resmi menyudahi kemitraan panjang mereka dengan label rekaman raksasa, Musica Studios. Pengumuman ini sekaligus menandai transformasi total mereka menjadi unit musik mandiri.

Komitmen Menjadi Band Mandiri

​Perubahan status ini menjadi titik balik penting bagi kelangsungan karya-karya mereka ke depan. Setelah puluhan tahun berada di bawah naungan manajemen korporasi, kini kendali penuh atas arah musikalitas dan bisnis berada sepenuhnya di tangan para personel band itu sendiri.

​Vokalis D’MASIV, Rian Ekky Pradipta, mengatakan keputusan itu sudah dipikirkan secara matang. ​Menurut Rian, momen berakhirnya kontrak dengan Musica Studios menjadi waktu yang tepat bagi D’MASIV untuk melangkah secara mandiri.

​“Jadi karena memang habis kontrak aja berarti ya. Jadi memang mungkin sudah waktunya kita mengejar mimpi yang lebih jauh lagi. Jadi pengin jadi band mandiri kali ya. Musica hanya mendoakan,” kata Rian dalam konferensi pers di Halte Transjakarta Tosari, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

Hubungan Baik yang Tetap Terjaga

​Proses transisi menuju jalur independen ini dipastikan berjalan tanpa hambatan legal maupun personal. Manajemen lama melepas kepergian salah satu aset terbesar mereka tersebut dengan penuh kehangatan. Serangkaian agenda formal maupun informal bahkan sempat digelar sebagai penanda perpisahan yang manis.

​Meski telah berpisah, Rian memastikan hubungan D’MASIV dengan Musica Studios tetap berjalan baik. ​Bahkan, keduanya sempat menggelar momen perpisahan bersama jajaran label tersebut.

​“Ya alhamdulillah karena memang komunikasinya juga baik sama Musica. Jadi sampai kita kemarin ada tanda tangan untuk exit letter-nya juga. Bahkan kita bikin farewell lunch bareng sama Bu Acin dan seluruh karyawan Musica,” tutur Rian.

Foto: Keluar dari Musica, D’MASIV Putuskan Independen & Rilis Lagu Berbahasa Inggris (Gugun)

Penghormatan Setinggi-Tingginya untuk Label

​Suasana haru sempat menyelimuti momen penandatanganan surat keluar dari manajemen. Bagaimanapun, ikatan emosional yang terbangun selama dua puluh tahun bukanlah hal yang mudah untuk dilupakan begitu saja oleh para personel band.

​Rian menyebut D’MASIV juga mendapatkan dukungan penuh dari label yang telah membesarkan nama mereka tersebut.

​“Jadi alhamdulillah malah Musica juga support kita. Jujur cukup emosional ya kemarin, karena bagaimanapun Musica adalah record label yang membesarkan nama D’MASIV. Itu tidak akan pernah bisa kita hilangkan,” ujar Rian.

​Bagi band asal Ciledug itu, jasa Musica Studios terhadap perjalanan karier mereka tidak akan pernah dilupakan.

Filosofi di Balik Logo ‘Paper Plane’

​Sebagai simbol dari kebebasan baru dan visi yang tanpa batas, band ini meluncurkan sebuah identitas visual yang segar. Perubahan kecil namun signifikan diletakkan pada penulisan nama band mereka, yang membawa pesan mendalam tentang filosofi kesederhanaan.

​Dalam kesempatan tersebut, D’MASIV juga memperkenalkan logo baru dengan penambahan simbol pesawat kertas di antara nama band mereka. ​Menurut Rian, simbol pesawat kertas melambangkan sesuatu yang sederhana, tetapi dapat terbang ke mana saja.

​“Akhirnya kita menentukan bahwa ada satu ikon, satu simbol di logonya D’MASIV, yaitu di bagian apostrof-nya itu diubah menjadi paper plane atau pesawat kertas. Kenapa pesawat kertas? Karena buat kita pesawat kertas itu adalah satu hal yang sederhana, yang bisa kita terbangkan ke mana pun,” tutur Rian.

Gebrakan Internasional Lewat ‘On Our Own’

​Sesuai dengan filosofi pesawat kertas yang siap terbang ke mana saja, arah bermusik mereka kini langsung membidik pasar mancanegara. Sebuah karya baru berkiblat global telah disiapkan sebagai peluru utama mereka dalam mengarungi industri musik internasional tanpa bantuan label besar.

​Selain itu, D’MASIV juga bersiap merilis lagu terbaru berbahasa Inggris berjudul On Our Own.​Untuk proyek tersebut, D’MASIV menggandeng Ryan Benyo sebagai produser musik. ​Ryan Benyo diketahui pernah bekerja sama dengan sejumlah musisi internasional seperti Parachute, Sheppard, Forest Blakk, Lisa Loeb, The Aces, dan Cory Wong.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles