Cekkabaronline.com, Jakarta – Konten kreator populer Fiki Naki akhirnya membuat langkah besar dengan melakukan debut di layar lebar melalui film Paket Santet. Selama ini, pria yang mahir
banyak bahasa ini lebih akrab dengan dunia YouTube dan interaksi spontan denganorang asing. Hadir dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/8/2026), Fiki mengakui bahwa dunia seni peran sangat berbeda dengan apa yang ia bayangkan sebelumnya.
Ia membandingkan proses kreatif antara membuat konten digital secara mandiri dengan bekerja di bawah arahan sutradara.
“Memang bermain film itu sangat-sangat berbedalah ya dengan aku ngebuat YouTube. Karena juga satu, aku tuh enggak pernah buat YouTube yang sudah dibuat ada skrip atau semacamnyalah gitu ya, yang udah ada rencananya gitu. Jadi kayak setiap aku membuat Ome TV, gombalin cewek, you know, gombalin ada yang ngobrol,
ngobrol-ngobrol ya? Iya, ngobrol. Jadi itu enggak pernah ada ‘Ah aku hari ini bahas apa ya?’, enggak pernah. Jadi kayak ngalir aja gitu,” ujar Fiki Naki di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2027/6).
Pria yang sempat viral karena kontennya di Ome TV ini merasakan tekanan yang cukup besar karena harus mengikuti naskah yang sangat detail. Ia tidak bisa lagi
mengandalkan spontanitas seperti saat dirinya sedang melakukan siaran langsung di internet. Fiki pun menceritakan tantangan baru yang ia rasakan saat berada di lokasi syuting film panjang pertamanya ini.

“Dan sangat-sangat beda dengan film gitu kan, semuanya udah ada skripnya, ada sutradara yang ngarahin kayak gitu kan. Jadi benar-benar tantangannya tuh ya selama syuting, kayak gitu,” tambah aktor pendatang baru ini.
Salah satu kesulitan terbesar bagi Fiki adalah adegan yang mengharuskan dirinya berimajinasi terhadap efek visual yang belum ada di lokasi syuting. Ia sempat
merasa bingung ketika harus menunjukkan reaksi ketakutan terhadap objek yang sebenarnya tidak ada secara fisik di depan matanya. Fiki kemudian menjelaskan salah satu adegan yang paling menguras pikiran dan tenaga selama proses pengambilan gambar.
“Dan yang paling susah itu apa ya? Akting ketika kita tuh kayak menganggap apa imajinasilah gitu ya, kayak mungkin di trailer juga ada ketika ada tawon yang masuk ke dalam matanya Firza. Itu aku kayak ‘Mana ada tawon masuk terus kayak gini-gini’, itu aku enggak bisa membayangkannya gitu. Karena kan film pertama juga gitu kan, enggak pernah ikut kelas akting segala macamnya,” tutur Fiki jujur.
Beruntung, Fiki mendapatkan dukungan penuh dari Dinna Jasanti selaku sutradara yang membimbingnya dengan sangat sabar. Ia merasa berterima kasih karena sang sutradara bersedia memberikan arahan detail untuk meningkatkan kemampuan aktingnya. Fiki menceritakan bagaimana proses belajar yang ia lalui di sela-sela jadwal syuting yang padat.
“Jadi lumayan susah dan makanya kayak berterima kasih banget sama Bu Dina yang sabar gitu ya ngajarin ‘Oke coba kayak gini, perlakuannya kayak gini’ kayak gitu,” jelasnya lagi.
Meski penuh tekanan, Fiki merasa puas karena bisa melewati tantangan tersebut hingga hari terakhir proses produksi. Ia merasa energi dan lingkungan di lokasi
syuting sangat membantunya untuk bisa melebur dengan karakter yang ia mainkan. Pria ini lantas mengenang momen terakhir syuting yang menurutnya sangat krusial bagi penampilannya.
“Dan ya itu sih. Jadi selama syuting ini sebuah tekanan, tantangan semuanya menantang. Tapi di hari di mana Firza masuk tawon, yang mana itu hari terakhir syuting, mungkin sengaja juga kali ya Bu Dina biar kayak ‘Biar gini enak dulu nih, ya kan, menyatu dulu sama energinya, lingkungan dan semuanya’. Jadi aku cukup puas sih dengan adegan yang itu,” tutup Fiki.
Antusiasme Fiki terhadap film ini juga didukung oleh kedekatan emosional antar pemain yang sangat hangat. Ia merasa beruntung bisa memulai karier aktingnya dalam proyek yang mengutamakan kerja sama kolektif. Fiki menceritakan betapa serunya suasana di balik layar saat para pemain saling memberikan ide satu sama lain.
“Ketemu sama teman-teman yang mau 100 persen ngerjain hal yang sama dan bareng-bareng gitu kolektif gitu,” ungkap pemeran Deva ini.
Selain serius dalam berakting, Fiki juga menikmati momen-momen santai bersamabpara pemain lainnya di lokasi syuting. Kehadiran aktor-aktor lain seperti Patih dan Yasamin Jasem membuatnya merasa lebih rileks menghadapi tantangan perdana ini. Ia mengakui bahwa kebersamaan tersebut sangat berkesan bagi pengalaman hidupnya.
“Seluruh selama kita syuting, bedah naskah bahkan itu juga dikangenin. Cuma yang satu-satunya adalah chemistry-nya mereka sih,” tambah Yasamin Jasem yang memuji
keakraban mereka.




