Cekkabaronline.com, Bandung – Nama Dokter Oky Pratama mendadak jadi sorotan setelah memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Barat terkait polemik “Mafia Skincare”. Kasus yang berawal dari unggahan viral di media sosial ini kini memasuki fase pemeriksaan saksi-saksi penting. Dokter Oky diperiksa lantaran namanya sempat dikaitkan dengan konten yang diunggah oleh rekan sejawatnya, Dokter Richard Lee.
Meski namanya terseret dalam pusaran kasus ini, Dokter Oky tampil tenang saat memberikan keterangan di hadapan media. Ia menjelaskan duduk perkara mengenai keterlibatannya dalam konten video yang kini menjadi objek pemeriksaan polisi. Publik selama ini menduga bahwa Dokter Oky ikut bertanggung jawab atas narasi yang dibangun dalam unggahan tersebut.
Selama dua jam pemeriksaan, penyidik mencecar Dokter Oky dengan puluhan pertanyaan terkait kronologi pembuatan konten bersama Richard Lee. Pasalnya, unggahan tersebut dianggap memicu kegaduhan dan berujung pada laporan hukum terkait pencemaran nama baik atau pelanggaran UU ITE. Oky menjelaskan bahwa dirinya hanya mengikuti ajakan kolaborasi yang lumrah dilakukan antar-kreator konten.
Dokter Oky memberikan klarifikasi tegas bahwa dirinya bukanlah orang yang menginisiasi atau menyebarkan informasi mengenai mafia skincare tersebut secara mandiri. Ia mengaku tidak memiliki kontrol atas narasi maupun caption yang dituliskan oleh pihak Richard Lee dalam unggahan yang dipermasalahkan. Pernyataan ini sekaligus menjadi pembelaan dirinya di mata hukum.
“Jadi Richard Lee membuat postingan, setelah itu beberapa saat setelah itu ada undangan kolaborasi, setelah itu sudah sampai di situ saja tanpa saya tahu untuk apa namanya caption-nya lain-lain itu memang Richard Lee yang memposting,” jelas Oky Pratama.

Lebih lanjut, pemilik klinik kecantikan Bening’s Clinic ini menegaskan bahwa dirinya sangat berhati-hati dalam bermedia sosial. Ia memastikan tidak ada tindakan repost atau penyebaran ulang yang ia lakukan terkait materi sensitif tersebut. Fakta ini ia sampaikan untuk membedakan posisinya dengan Richard Lee sebagai pemilik akun utama yang mengunggah konten.
Klarifikasi ini dianggap penting agar persepsi publik tidak menyamaratakan perannya dengan pemilik konten asal. Dokter Oky ingin menegaskan bahwa kerja sama timbal balik dalam pembuatan konten tidak selalu berarti kesepakatan penuh atas hasil akhir penyuntingan dan publikasi. Hal inilah yang menjadi poin utama dalam keterangannya kepada penyidik hari ini.
“Saya tidak ada memposting, saya tidak me-repost. Nanti kamu bisa tanya kepada penyidik ya kan. Jadi kan saya sudah sampaikan tadi tuh bahwa ini postingan DRL, justru DRL belum diperiksa,” pungkasnya.
Pernyataan Oky mengenai Richard Lee yang belum menjalani pemeriksaan seolah melemparkan bola panas kembali ke pihak penyidik. Hal ini memunculkan tanda tanya di benak publik mengenai siapa sebenarnya target utama dari pelaporan kasus mafia skincare ini. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur dengan pengumpulan keterangan dari para saksi terlebih dahulu.
Ahmad Ramzy, selaku kuasa hukum, menambahkan bahwa kliennya hanya ingin meluruskan posisi hukumnya agar tidak terjadi simpang siur. Menurutnya, Dokter Oky telah menjalankan kewajibannya sebagai warga negara yang baik dengan hadir memenuhi panggilan. Seluruh keterangan yang diberikan sudah dicatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Penanganan kasus mafia skincare ini diprediksi akan terus memanjang seiring dengan rencana pemanggilan saksi-saksi lain. Masyarakat kini menunggu langkah kepolisian selanjutnya, terutama mengenai kemungkinan pemanggilan Richard Lee sebagai pihak yang disebut-sebut oleh Dokter Oky dalam pemeriksaannya. Hingga kini, Polda Jabar masih mendalami bukti-bukti yang telah diserahkan.




