24.8 C
New York
Selasa, September 8, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Lewat Sesi Konseling dan Kenangan Pahit Masa Lalu, Arda Hatna Lahirkan Single “Matematika Tuhan Beda”

ekkabaronline.com, Jakarta – Solois sekaligus mantan vokalis grup musik Naff, Arda Hatna, kembali menunjukkan taji karyanya di belantika musik Tanah Air. Ia bersiap meluncurkan karya terbaru yang penuh dengan perenungan spiritual dan emosional. Lagu solo bertajuk Matematika Tuhan Beda tersebut dijadwalkan resmi mengudara di berbagai platform musik digital pada 11 September 2026 mendatang.

Gagasan utama pembuatan karya ini berawal saat suami dari Tantri Kotak tersebut menyelesaikan sesi terapi mental bersama ahli. Kehadirannya di ruang konseling memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika penyembuhan luka batin pada individu-individu yang berjuang menjadi pribadi lebih baik.

Proses refleksi tersebut membawa Arda pada sebuah pemahaman emosional tentang bagaimana seseorang menyikapi kepedihan tanpa harus merugikan orang lain di sekitarnya.

“Si hipnoterapinya bilang ke saya, rata-rata mereka itu adalah orang-orang baik yang tersakiti. Tapi karena mereka sadar mau berbenah, mereka tidak menggunakan prinsip hurt people hurt people. Begitu dia terluka, dia tahu bahwa gue nggak boleh ngelukain orang seperti gue diluka,” ujar Arda Hatna saat ditemui di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

Selain pengalaman di ruang terapi, memori kelam perjalanan hidupnya di Solo, Jawa Tengah, turut menjadi pijakan lahirnya lirik lagu ini. Di tengah puncak ketenaran saat hendak memimpin pertunjukan di hotel berbintang, Arda justru sempat tak kuasa menahan luapan air mata di hadapan para penontonnya.

Peristiwa emosional tersebut dipicu oleh pemandangan papan reklame besar yang menampilkan wajahnya di sudut jalanan kota. Tempat baliho konser harga jutaan rupiah itu berdiri rupanya menyimpan rekam jejak perjuangan hidupnya yang pernah berada di titik terendah ekonomi.

“Kenapa saya nangis? Karena di bawah baliho itu, motor saya pernah bocor waktu berjuang. Saya nggak punya uang buat nambal ban. Saya duduk di situ, saya bingung hubungin siapa. Mau telepon bapak, keluarga saya hancur. Mau hubungi teman, saya merasa terlalu merepotkan,” kenangnya.

Perbandingan kontras antara masa lalu yang serba kekurangan dan pencapaian kariernya saat ini menyadarkan Arda akan keajaiban takdir. Pemikiran bahwa alur kehidupan manusia sering kali berada di luar nalar logis menjadi inti filosofi dari karya terbarunya.

“Artinya bahwa ada hal-hal yang nggak bisa dijelasin tentang kehidupan ini. Satu tambah satu dua, dua tambah dua empat? Ini nggak. Matematika Tuhan itu beda banget. Saya percaya banyak keajaiban dalam perjalanan hidup yang nggak bisa dijelaskan secara logika,” tambah Arda.

Melalui narasi lagu ini, musisi asal Madiun tersebut bertekad menyelipkan pesan ketabahan dan dorongan moral bagi masyarakat luas. Lagu ini ditujukan khusus bagi siapa saja yang tengah berada dalam fase keputusasaan atau merasa perjuangannya belum membuahkan hasil.

Ia berpesan agar setiap individu tetap fokus menjalankan proses hidup dan menyerahkan segala keputusan akhir kepada Pencipta.

“Teruslah bergerak, teruslah berjuang, karena hasil bukanlah tugasmu. Hasil adalah tugasnya Sang Penentu. Jadi tugas kita cuma mencoba,” pungkasnya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles