6.4 C
New York
Senin, April 20, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Karina Ranau Ungkap Pesan Terakhir Epy Kusnandar di Tengah Isak Duka Perpisahan

Cekkabaronline.com, Jakarta – Karina Ranau, istri mendiang aktor Epy Kusnandar yang telah mendampinginya selama lebih dari dua dekade, tampil tegar ketika memberikan pernyataan jelang prosesi pemakaman sang suami di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025). Meski duka begitu pekat, perempuan kelahiran Lampung itu tetap berusaha menyampaikan kabar kepergian Epy dengan penuh ketulusan kepada publik dan penggemar setianya. Ia mengungkap bahwa sang aktor wafat pada Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 14.24 WIB setelah kondisi kesehatannya menurun dalam beberapa hari terakhir.

Dalam kesempatan itu, Karina menyampaikan permohonan maaf setulus hati kepada siapa pun yang pernah berinteraksi dengan Epy. Ia mengatakan bahwa sebagai pasangan hidup selama 22 tahun, dirinya merasa berkewajiban menyampaikan pesan perpisahan dari pria bernama lengkap Epy Kusnandar tersebut.

“Saya sebagai mewakili keluarga, sebagai istri yang menemaninya 22 tahun, mohon maaf kepada semua yang mengenal suami saya, Papi kami jika selama hidupnya ia punya salah, punya kata-kata atau lisan, atau sikap yang kurang berkenan. Mohon dimaafkan, dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya, agar perjalanan beliau ke surga-Nya Allah diberikan kelancaran. Amin,” ujar Karina lirih.

Dalam suasana penuh haru itu, Karina juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Aris Nugraha, kreator yang berjasa besar dalam perjalanan karier suaminya melalui sinetron Preman Pensiun. Menurutnya, figur Kang Mus yang diperankan Epy tidak hanya mengangkat nama sang aktor, tetapi juga menjadikannya sosok yang dicintai jutaan pemirsa selama bertahun-tahun.

“Terima kasih Wa Aris Nugraha. Namanya sangat harum. Namanya menjadi besar. Semua orang mengenal kebaikannya,” ucapnya.

Perjalanan panjang Epy dengan karakter Kang Mus memang meninggalkan jejak mendalam. Di tengah kesuksesan itu, Karina mengungkap sebuah pesan yang pernah disampaikan sang suami jauh sebelum ia menghembuskan napas terakhir. Epy ternyata sempat merasakan kerinduan untuk kembali dikenali sebagai dirinya sendiri, bukan semata tokoh yang ia perankan. Ia pernah berujar kepadanya, “Aku ingin jadi Epy Kusnandar, Bun tapi enggak bisa. Semua orang mengenal aku Kang Mus. Bisa nggak aku jadi manusia, yang seperti manusia biasa?”

Karina melanjutkan, bahwa tiga hari sebelum meninggal dunia, Epy sempat melontarkan gurauan yang kini terasa seperti isyarat. Ia berbicara tentang keinginannya berada di Bandung bersama buah hati mereka, seolah menggambarkan kedamaian yang ingin dirasakannya. “Katanya, dia sudah berkhayal, ‘Bun, nanti di Bandung, Papi sama Kio akan selalu ada di samping di mana Uwa duduk. Papi sama Kio ada di sebelah Uwa. Papi enggak akan ke mana-mana,’ gitu,” kata Karina sambil menahan tangis.

Tidak berhenti di situ, Karina kembali menyampaikan apresiasinya kepada Aris Nugraha, yang dianggapnya telah membuka jalan besar bagi karier Epy di dunia seni peran. Baginya, karya-karya Aris telah menjadikan suaminya sosok yang selalu diingat, bahkan menembus batas popularitas menjadi kenangan yang melekat di hati pemirsa.

“Terima kasih, Uwa Aris telah mengharumkan nama suami saya, mengharumkan nama Papi kami. Kami akan selalu mengenang selamanya. Selama dunia ini cerah. Selama dunia ini mengenalnya,” tuturnya.

Selain itu, Karina menyampaikan bahwa Epy sempat memiliki rencana untuk bepergian ke Yogyakarta sebelum kondisinya menurun. Keinginan sederhana itu batal karena kesehatan sang aktor tidak lagi memungkinkan. Baginya, pesan-pesan kecil tersebut kini menjadi pengingat akan kehangatan dan candaan khas Epy semasa hidup.

Dalam penutup pernyataannya, Karina kembali memohon doa dan maaf untuk mendiang suaminya. Ia berharap perjalanan Epy menuju peristirahatan terakhir diberi kelapangan dan diterangi keberkahan. “Sekali lagi mohon dimaafkan dan dikalahkan kepergian suami kami, wassalamualaikum,” ucap Karina sebelum prosesi pemakaman dilanjutkan.

Kepergian aktor berusia 60 tahun itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan industri, serta penggemar yang telah mengikuti kiprahnya sejak era layar lebar hingga serial televisi. Meski demikian, warisan karya dan kebaikannya diyakini akan terus hidup, melintasi waktu dan kenangan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles