Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Kehilangan orang tersayang sering kali menjadi titik balik bagi seseorang untuk tumbuh lebih dewasa, hal inilah yang kini dirasakan oleh Anya Geraldine. Pasca wafatnya sang sahabat, Vidi Aldiano, pada Maret 2026, Anya mengungkapkan refleksi mendalam mengenai arti ketangguhan. Baginya, Vidi adalah simbol kekuatan yang sesungguhnya di tengah badai ujian hidup.
​Pertemuan Anya dan media di rumah duka kawasan Jakarta Selatan menjadi momen emosional di mana ia mengenang kembali kebaikan almarhum. Anya menyebut bahwa Vidi memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat orang di sekitarnya merasa didukung dan dihargai melalui percakapan-percakapan bermakna.
​”Aku selalu ngobrolin banyak hal yang personal sama Vidi. Vidi itu adalah salah satu teman baikku yang selalu suportif sama aku dan dia adalah salah satu orang atau sosok yang selalu mengajari aku rasa bersyukur gitu ya,” kata Anya di rumah duka, Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).
​Meskipun kepergian Vidi terjadi secara nyata, Anya merasa memori dan energi positif sang sahabat masih melekat kuat. Perasaan “percaya tidak percaya” menyelimuti dirinya karena rutinitas yang biasa mereka jalani bersama kini harus terhenti secara mendadak. Namun, keyakinan akan kehadiran spiritual Vidi memberinya sedikit ketenangan.
​”Untuk sekarang aku tuh rasanya masih kayak percaya enggak percaya kalau misalnya Vidi itu udah enggak ada gitu ya, tapi aku yakin kapan pun itu Vidi selalu ada di sini sih,” Anya Geraldine menambahkan.
​Anya mengakui bahwa hampir seluruh aspek kehidupannya diketahui oleh Vidi. Keduanya menghabiskan waktu yang sangat intens untuk berdiskusi tentang berbagai dinamika hidup. Di tengah rapuhnya mental saat menghadapi masalah, Vidi adalah orang pertama yang selalu menekankan pentingnya untuk terus bertahan dan kuat.
​”Nah iya makanya, kayak kenapa aku enggak percaya karena emang aku seintens itu, sesering itu ketemu sama Vidi. Kita menghabiskan banyak waktu bareng, kayak apa pun masalah yang ada di dalam hidup aku, aku pasti selalu ceritain ke Vidi dan dia selalu ngajarin aku untuk kuat, kuat, kuat, kuat,” ungkapnya.
​Kekaguman Anya terhadap Vidi muncul karena almarhum tetap mampu menjadi motivator bagi orang lain meski mungkin dirinya sendiri sedang dalam kondisi yang sulit. Vidi tidak pernah membiarkan kegelisahan Anya tak terjawab, baik itu menyangkut karier di dunia hiburan maupun urusan asmara.
​”Semua curhatan aku tentang pekerjaan, tentang percintaan, tentang kegelisahan diri, semuanya aku selalu curahkan ke Vidi dan Vidi selalu ngasih nasihat yang terbaik dan selalu memotivasi aku. Walaupun kadang aku tahu sebenarnya hidupnya juga mungkin enggak lebih sedih dari apa yang Vidi alami misalnya gitu, tapi dia benar-benar salah satu contoh untuk aku ya agar menjadi orang yang kuat banget deh,” paparnya.
​Kepergian Vidi menjadi sebuah momentum janji bagi Anya untuk bertransformasi. Ia menyadari bahwa cara terbaik menghormati jasa sahabatnya adalah dengan menerapkan semua pelajaran yang telah diberikan. Anya berjanji untuk tidak hanya menjadi kuat demi mengenang Vidi, tetapi juga untuk kebaikan dirinya sendiri.
​”Dan aku janji sama Vidi setelah ini semua, setelah hari ini, aku akan jadi orang yang lebih kuat bukan hanya untuk Vidi tapi untuk diri aku sendiri juga. Jadi aku mau ngucapin makasih banyak untuk Vidi udah ngajarin aku banyak hal yang nggak bisa dibayar dengan apa pun,” tuturnya.
​Anya menutup ceritanya dengan mengenang detik-detik terakhir komunikasinya dengan sang musisi. Walaupun beban pikiran Vidi disinyalir jauh lebih berat, ia tetap membuka telinga untuk mendengarkan curahan hati Anya. Pengorbanan dan ketulusan Vidi sebagai support system utama inilah yang kini menjadi motivasi terbesar Anya untuk tetap tegar melangkah maju.





