29.9 C
New York
Jumat, Juni 19, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Menguras Air Mata, Film Tanah Runtuh Siap Sentuh Hati Penonton Lewat Ketulusan Ridho Khaliq

Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Rumah produksi Denny Siregar Production bersama sutradara Rudi Soedjarwo resmi memperkenalkan karya layar lebar terbaru mereka yang berjudul Tanah Runtuh. Melalui acara press conference dan press screening yang digelar di XXI Epicentrum, Jakarta, pada Kamis (19/6/2026), film ini menjanjikan sebuah sajian visual yang sarat akan pesan kemanusiaan. Kisah yang berlatar belakang konflik ini dijadwalkan bakal menyapa seluruh pencinta sinema di bioskop tanah air mulai tanggal 25 Juni 2026 mendatang.

​Fokus utama dalam film ini tertuju pada karakter Ringgo, seorang anak dengan Down Syndrome yang menjadi pusat penggerak rasa dalam seluruh jalinan cerita. Karakter ini dimainkan secara apik oleh Ridho Khaliq, yang dalam kehidupan nyata juga merupakan seorang penyandang Down Syndrome. Kehadiran Ridho dalam sesi peluncuran tersebut menjadi momen yang paling dinantikan oleh para awak media karena pembawaannya yang dinilai sangat natural.

​Sinopsis film ini mengisahkan tentang perjuangan hidup dua bersaudara, yakni Kai yang berusia 9 tahun dan kakaknya, Ringgo yang berumur 11 tahun. Keduanya terpisah dari sang ibu di tengah situasi mencekam akibat kerusuhan yang melanda Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Alih-alih menonjolkan ketegangan pertikaian, film ini justru lebih memilih untuk memotret sisi humanis dari para tokohnya yang berusaha bertahan hidup.

Sudut Pandang Jujur Ringgo di Tengah Konflik

​Sutradara Rudi Soedjarwo mengungkapkan bahwa proses pengerjaan proyek ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi dirinya sendiri, terutama dari cara sang aktor utama melihat kehidupan. Ringgo ditempatkan sebagai kompas moral yang menuntun emosi penonton sepanjang film bergulir. Karakter ini digambarkan mampu melihat dunia dengan cara yang jauh lebih tenang, jujur, dan tanpa sekat dibandingkan orang dewasa.
​Rudi Soedjarwo menjelaskan mengenai hal yang ia pelajari dari karakter tersebut selama mengarahkan film.

​“Justru yang paling saya pelajari dari Ringgo adalah cara dia melihat dunia. Dia tidak melihat banyak sekat, tidak melihat kerumitan. Dia hanya tahu cara menyayangi orang-orang yang dia cintai. Kadang orang dewasa justru terlalu sibuk dan terlalu rumit. Lewat Ringgo, saya diingatkan lagi bahwa hal-hal yang paling penting dalam hidup sebenarnya sangat sederhana,” ujar Rudi Soedjarwo.

Foto: Vino G. Bastian Jadi Polisi Difilm Tanah Runtuh (Wawan)

​Sementara itu, Denny Siregar selaku produser menegaskan bahwa kondisi fisik atau mental yang dialami tokoh Ringgo bukan sekadar jualan air mata atau alat untuk memicu belas kasihan. Down Syndrome dalam karya ini difungsikan sebagai kacamata alternatif bagi penonton untuk melihat kembali esensi dasar dari hubungan antarmanusia yang murni.

​“Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana, bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan. Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus,” kata Denny Siregar.

Kolaborasi Hangat Para Pemeran

​Aktor berbakat Vino G. Bastian turut ambil bagian dalam film ini dengan memerankan tokoh Idham, seorang pria yang secara tidak sengaja terlibat dan menjadi pelindung bagi Kai dan Ringgo. Vino mengaku mendapatkan pengalaman spiritual dan emosional yang sangat mendalam selama beradu peran dengan Ridho Khaliq di lokasi syuting.
​Vino G. Bastian membagikan kesannya mengenai ketulusan yang dibawa oleh lawan mainnya tersebut.

​“Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan dalam cara Ringgo melihat dunia, sesuatu yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini. Kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain,” ujar Vino G. Bastian.

​Pengalaman senada juga dirasakan oleh aktris cilik Yoan yang memainkan karakter Kai, adik perempuan Ringgo yang dipaksa dewasa oleh keadaan. Kelekatan emosional (chemistry) yang terbangun secara organik di antara Yoan dan Ridho menjadi salah satu kekuatan utama yang menghidupkan dinamika persaudaraan dalam film ini. ​Yoan mengungkapkan rasa syukurnya dapat belajar banyak hal baru dari sosok Ridho.

​“Aku justru banyak belajar dari Ridho. Dia mengajarkan saya untuk lebih sabar, lebih tenang, dan lebih menikmati momen. Kadang orang dewasa terlalu banyak berpikir, sementara Ridho punya cara melihat dunia yang lebih sederhana dan tulus,” kata Yoan.

​Saat berhadapan dengan media, Ridho Khaliq dengan kepolosan dan ketulusannya menceritakan bagaimana perasaannya bisa terlibat dalam proyek layar lebar berskala besar ini.

​Ridho Khaliq menyampaikan rasa bahagianya dengan kalimat yang menyentuh hati: ​“Ringgo itu sayang sama Ibu, sayang sama Kai, dan sayang sama semua orang. Aku senang bisa jadi Ringgo. Aku juga senang punya banyak teman baru.” ujar Ridho Khaliq.

​Selain nama-nama di atas, film ini juga diperkuat oleh deretan aktor dan aktris lintas generasi seperti Sigi Wimala, Jenda Munthe, Tubagus Ali, Agnes Naomi, Jerry Likumahwa, Royhan Hidayat, Tike Priatnakusumah, Luna Allegra, hingga Sari Koeswoyo. Karya ini diharapkan dapat memberikan warna baru bagi industri perfilman nasional dalam memberikan ruang inklusif bagi aktor berkebutuhan khusus.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles