Cekkabaronline.com, Jakarta. Di tengah arus globalisasi yang terus mendominasi gaya hidup dan pola pikir generasi muda, muncul kekhawatiran terhadap lunturnya identitas nasional. Musisi muda Dul Jaelani menyampaikan secara jujur keresahannya terhadap fenomena ini. Ia melihat bahwa banyak anak muda kini cenderung melupakan kekayaan budaya, sejarah, dan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas Indonesia.
“Baik-baik aja gitu. Tapi yang kadang saya, saya pribadi ya, bisa benar bisa salah, gitu yang kadang saya, saya, saya sedihkan ya itu tadi gitu,” ungkap Dul saat jumpa pers Festival Nyanyian Anak Negeri (FNAN) di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (13/7/2025).
Dalam kesempatan itu, Dul menekankan pentingnya membangkitkan kembali rasa cinta tanah air di kalangan anak muda. Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar dengan warisan budaya, tradisi, dan sejarah yang tak ternilai.
“Banyak yang melupakan bahwa Indonesia itu negara yang hebat dengan segala sejarahnya, budayanya, tradisinya, adat istiadatnya, dengan segala kekayaannya gitu,” lanjut kekasih Tissa Biani ini dengan nada prihatin.
FNAN: Gerakan Kebudayaan dalam Balutan Musik
Festival Nyanyian Anak Negeri (FNAN) hadir sebagai upaya nyata untuk menjawab tantangan tersebut. Lebih dari sekadar ajang pencarian bakat, FNAN merupakan program inkubasi talenta muda dan pembentukan karakter berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Inisiatif ini lahir dari gagasan tiga tokoh penting dalam dunia seni dan budaya, yaitu Pay Burman, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, dan Tatang Wahyudi. Mereka menciptakan FNAN sebagai wadah kreatif yang mengangkat kembali semangat kebangsaan melalui lagu-lagu daerah dan nasional.
Uniknya, peserta FNAN diwajibkan menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional dalam format re-aransemen, serta menyajikan lagu bertema kebangsaan. Juri yang terlibat pun berasal dari latar belakang beragam, mulai dari musisi, budayawan, koreografer, produser musik, hingga digital creator dan intelektual. Ini menjadikan FNAN sebagai festival musik yang bukan hanya berkualitas artistik, tetapi juga kuat secara nilai edukatif dan nasionalisme.

Membangkitkan Semangat Nasionalisme Lewat Musik
Dul Jaelani memandang kehadiran FNAN sebagai gerakan positif yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan anak muda. Ia berharap festival ini mampu menjadi medium edukatif dan inspiratif agar generasi penerus tidak hanya mengagumi budaya asing, tetapi juga mencintai budayanya sendiri.
“Saya harap pelan-pelan bersama-sama kita bisa optimis lagi bahwa memang Indonesia itu hebat gitu. Bahwa memang Jawa, Sumatra, dan segala pulau lainnya tuh hebat, hebat dan keren-keren, indah-indah gitu,” ucap Dul optimis.
FNAN sebagai Wadah Pencetak Bintang Nasional
FNAN ditargetkan menjadi program tahunan yang terus berkembang. Dengan format yang memadukan kompetisi vokal dan pembinaan karakter, FNAN diharapkan mampu melahirkan ikon-ikon penyanyi nasional baru. Para talenta muda ini bukan hanya akan bersinar di dalam negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia ke pentas internasional.
Melalui FNAN, generasi muda diharapkan semakin memahami dan bangga terhadap budaya lokalnya. Dengan kekuatan seni musik, festival ini mendorong anak-anak bangsa untuk menyalurkan kecintaan terhadap negeri melalui suara dan karya yang otentik.
Festival Nyanyian Anak Negeri bukan hanya ajang unjuk kebolehan bernyanyi. Lebih dari itu, FNAN menjadi simbol perlawanan terhadap budaya instan yang kerap mengikis jati diri bangsa. Dengan semangat kolaborasi antara musisi, budayawan, dan generasi muda, festival ini menegaskan bahwa Indonesia tetap hebat dan layak dibanggakan.




