Cekkabaronline.com, Jakarta – Rumah Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi sorotan publik setelah terlihat mulai dirapikan oleh dua pekerja pada Selasa (2/9/2025). Kedua tukang itu tampak memasang seng di depan pagar rumah milik artis sekaligus anggota DPR tersebut.
Pemasangan seng membuat bagian depan rumah Uya Kuya kini tertutup rapat. Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah kediamannya didatangi sejumlah orang yang sempat memicu perhatian masyarakat luas.
Selain pagar yang ditutup, perhatian publik juga tertuju pada hadirnya karangan bunga di sekitar rumah Uya. Beberapa karangan bunga dikirim oleh Denise Chariesta sebagai bentuk dukungan moral kepada Uya dan istrinya, Astrid Kuya.
Tulisan dalam karangan bunga itu berisi pesan dukungan penuh. Salah satunya berbunyi, “Gue tidak akan terprovokasi dengan video lama yang beredar dan diedit. Terima kasih telah jadi orang baik dan membantu banyak orang.”
Pesan lain yang tersemat dalam karangan bunga menegaskan bahwa rumah tersebut bukan hasil jabatan politik, melainkan jerih payah Uya di dunia hiburan. “Rumah ini ada sebelum Uya Kuya jadi DPR. Rumah ini hasil kerja Uya jadi artis,” demikian isi karangan bunga lainnya.
Ada pula karangan bunga yang menuliskan doa dan pujian bagi pasangan Uya dan Astrid. Kalimat yang tercantum berbunyi, “Tuhan tidak lupa kebaikan Uya Kuya dan Astrid Kuya.” Kehadiran bunga-bunga tersebut menjadi simbol dukungan moral di tengah sorotan publik.
Hingga berita ini diturunkan, Uya Kuya belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi rumahnya maupun peristiwa yang sempat menimbulkan keramaian beberapa hari lalu. Publik masih menunggu tanggapan langsung darinya.
Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis (28/8/2025), Uya Kuya mengunggah video klarifikasi di akun Instagram pribadinya. Dalam video itu, ia menegaskan bahwa tindakannya murni sebagai bentuk apresiasi atas penampilan musik dan tidak dimaksudkan untuk menyindir siapa pun.
Ia menjelaskan bahwa momen tersebut terjadi setelah pidato tahunan Presiden Prabowo Subianto selesai dan ditutup dengan hiburan musik dari mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) yang membawakan lagu “Gemu Fa Mi Re.” Uya menolak tudingan yang menyebut aksinya memiliki agenda tersembunyi.
“Udah, enggak ada maksud untuk ngeledek atau agenda-agenda lain, tidak ada sama sekali,” kata Uya dalam klarifikasinya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf bila aksinya dianggap menyinggung masyarakat, seraya menegaskan bahwa dirinya tak memiliki niat buruk.




