Cekkabaronline.com, Jakarta – Pedangdut Ratu Meta (35) akhirnya buka suara mengenai kasus rumah tangganya yang kini tengah bergulir di ranah hukum. Di tengah penetapan suaminya, Yogi Rinaldi, sebagai tersangka KDRT, Meta menegaskan dirinya memilih ikhlas dan hanya ingin fokus pada anak-anak.
“Udah ikhlas karena yang saya fokusin sekarang ya anak. Di luar yang lain-lainnya, apalagi kayak bapaknya. Kecuali kalau dianya mungkin masih memikirin anaknya sih, kita juga pasti mikirin,” ujar Meta saat ditemui usai pemeriksaan.
Meta mengaku sudah tidak berharap lagi ada komunikasi dengan Yogi. Sejak lama, katanya, tidak ada kabar maupun perhatian dari sang suami. “Sama sekali tidak ada. Tidak ada komunikasi, WhatsApp tidak ada, menanyakan anak-anaknya juga tidak ada,” ungkapnya.
Meski demikian, Meta tidak bisa menutupi kekecewaannya terkait kewajiban nafkah. Ia menyebut terakhir kali Yogi mengirim uang sebesar Rp3 juta pada Juni lalu. Padahal kebutuhan anak-anak jauh lebih besar dari jumlah tersebut.
“Yang wajar aja. Saya aja beli anak-anak susu bisa sampai 4-5 juta dalam 2 minggu. Itu belum makan, sandang, pampers, dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Meta menegaskan dirinya harus bekerja keras agar bisa memenuhi kebutuhan buah hatinya. Sebagai seorang ibu tunggal, ia merasa harus berjuang ekstra. “Saya seorang ibu, banting tulang. Mau enggak mau saya harus kerja, makanya saya juga pakai mbak,” jelasnya.
Terkait kemungkinan adanya permintaan maaf dari Yogi, Meta memilih untuk menyerahkan semuanya pada jalur hukum. Ia menilai tindakan nyata lebih penting dibanding sekadar ucapan. “Kalau misalkan memang harus dihukum 10 tahun, ya saya enggak masalah. Misalkan dia minta maaf atau apa, minta maafnya seberapa ini gitu,” tegasnya.
Kuasa hukum Meta, Machi Ahmad, menambahkan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia juga menegaskan bahwa kewajiban seorang ayah terhadap anak tidak bisa diabaikan. “Harus kooperatif dan jangan lupa kewajiban kepada anak, karena tidak ada bekas anak,” katanya.
Machi menyebut proses hukum masih berjalan, termasuk kemungkinan adanya penahanan terhadap Yogi. Ia mengingatkan bahwa pasal yang menjerat Yogi memiliki ancaman hukuman hingga 10 tahun.
Bagi Meta, yang terpenting saat ini adalah tumbuh kembang anak-anaknya. Ia mengaku siap menjelaskan rekam jejak rumah tangganya di masa depan. “Kalaupun nanti anak-anak besar nanyain, ya paling dikasih arahan, dikasih tahu. Apalagi sekarang ada jejak digital,” pungkasnya.




