Cekkabaronline.com, Jakarta – Polemik harta warisan almarhumah Lina Jubaedah kembali memanas setelah komedian kondang Sule membeberkan kronologi kepemilikan aset mantan istrinya tersebut. Di hadapan media, Sule menegaskan bahwa kekayaan yang kini menjadi sengketa merupakan hasil jerih payah yang dikumpulkan saat Lina masih berstatus sebagai istri sahnya. Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa aset tersebut merupakan harta bersama dengan pihak lain setelah perceraian mereka.
Keputusan Sule untuk berbicara di depan publik bukan tanpa alasan. Setelah sekian lama memilih untuk tidak mencampuri urusan tersebut, ayah dari Rizky Febian ini merasa perlu meluruskan asal-usul harta yang menjadi hak anak-anaknya. Ia menekankan bahwa durasi pernikahan mereka yang panjang menjadi saksi bagaimana aset-aset tersebut diperoleh dan dikumpulkan secara bertahap selama masa rumah tangga mereka.
”Kan 6 tahun itu saya sudah diam. Akhirnya kan sekarang jadi tahu proses dapatnya almarhumah itu seperti apa. Kecuali begini, sudah bercerai dengan saya, lalu satu tahun atau berapa tahun baru menikah, iya dong. Nah ini kan posisi dia (mengumpulkan harta) masih menikah dengan saya,” ungkap Sule di Kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Poin krusial yang menjadi sorotan utama dalam masalah ini adalah keberadaan dokumen dan aset di dalam safety box di sebuah bank. Sule menceritakan momen mengejutkan ketika sang putri, Putri Delina, mendapati kenyataan pahit saat mendatangi bank untuk mengurus harta peninggalan sang ibu. Berdasarkan informasi yang didapat, kotak penyimpanan yang seharusnya berisi dokumen berharga tersebut ternyata sudah kosong melompati prosedur yang semestinya.
”Kalo safety box itu kan beritanya dari sopir almarhumah. Waktu itu Putri (Delina) mau mengurus ke bank, tapi kata orang bank sudah ada yang mengambil orangnya dua hari yang lalu. Nah, berarti siapa yang mengambil, kan gitu,” kata Sule.
Kejanggalan ini membuat pihak keluarga merasa heran, terutama mengenai mekanisme keamanan bank yang memungkinkan pihak lain mengakses dokumen pribadi tersebut tanpa persetujuan ahli waris yang sah. Sule sendiri mengaku awam mengenai teknis perbankan, namun ia melihat fakta hilangnya isi safety box sebagai pintu masuk untuk mengungkap tabir gelap di balik hilangnya aset almarhumah.
”Ya saya juga sama enggak paham kalau posisi safety box mah, harus tanyanya sama bank,” imbuhnya.
Meskipun tidak menyebutkan angka secara detail, Sule mengonfirmasi bahwa nilai aset yang dipermasalahkan sangatlah fantastis. Berbagai dokumen kepemilikan tanah dan bangunan diduga ikut lenyap dari kotak penyimpanan tersebut. Kerugian yang dialami para ahli waris, yakni anak-anak Sule, ditaksir mencapai nilai yang tidak sedikit jika dikonversi ke dalam mata uang saat ini. ”Ya nggak tahulah, intinya miliaran lah,” ujar Sule.
Mengenai ke mana perginya harta tersebut, Sule enggan memberikan tuduhan langsung kepada pihak manapun. Ia justru menyarankan agar awak media menggali informasi dari orang-orang terdekat yang mendampingi Lina Jubaedah semasa hidup, seperti asisten dan sopir pribadi. Menurutnya, mereka adalah saksi kunci yang mengetahui dinamika keluar-masuknya harta tersebut sebelum akhirnya raib secara misterius.
”Ya nggak tahu. Nih, kadang-kadang semua wartawan tuh salah kalau nanyanya ke gua. ‘Dikemanain duitnya?’ Makanya tanya asisten-asistennya almarhumah, sopirnya almarhumah yang selama hidup, bagaimana keadaannya. Masa harus dari mulut saya. Saya ngomong juga kan itu hasil dari mereka yang berbicara kepada saya,” tegasnya.
Sule menegaskan bahwa kehadirannya dalam pusaran masalah ini murni sebagai bentuk dukungan moral bagi anak-anaknya. Sebagai ayah, ia merasa berkewajiban untuk memastikan bahwa hak Rizky Febian dan Putri Delina terlindungi secara hukum. Ia memperingatkan bahwa jika ada pihak yang tidak bisa mempertanggungjawabkan raibnya aset tersebut, maka jalur hukum menjadi langkah terakhir yang tak terelakkan.
”Saya cuma mewakili anak-anak saja berbicara di media. Kan tadi saya sudah bilang, yang berhak itu adalah Iky. Jadi nanti tunggu (proses hukumnya),” tutup Sule.





