7.2 C
New York
Rabu, April 22, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Lahir dari Ruang Rehabilitasi, Killing Me Inside Re:union Rayakan Penyesalan Lewat “Senyawa dan Candu”

Cekkabaronline.com, Jakarta – ​Dunia musik tanah air kembali dikejutkan dengan gebrakan emosional dari ikon scene emo Jakarta, Killing Me Inside Re:union. Tepat pada 13 Februari 2026, band yang digawangi oleh Onadio Leonardo, Sansan, dan Raka ini resmi merilis single terbaru bertajuk “Senyawa dan Candu”. Bukan sekadar lagu biasa, karya ini menandai kembalinya sang vokalis, Onad, ke industri musik setelah sempat menepi sejenak dari sorotan publik untuk menjalani masa pemulihan.

​Lahirnya lagu ini bermula dari titik terendah dalam hidup Onadio Leonardo. Setelah absen manggung sejak September tahun lalu, Onad harus menjalani masa rehabilitasi selama tiga bulan. Di balik dinding tempat pemulihan itulah, denting nada dan barisan lirik “Senyawa dan Candu” tersusun. Lagu ini menjadi sebuah katarsis bagi Onad untuk menuangkan segala kegelisahan dan refleksi diri yang selama ini terpendam dalam jiwanya.

​Onad mengakui bahwa lagu ini adalah cermin dari perjalanan spiritual dan mentalnya yang paling dalam. Baginya, menulis adalah satu-satunya cara untuk bertahan di tengah situasi yang sulit saat itu.

​”Ini adalah bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal. Saat rehab, gue nggak tau mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi,” katanya.

​Kejujuran yang tertuang dalam liriknya membuat “Senyawa dan Candu” terasa sangat intim dibandingkan karya-karya Killing Me Inside Re:union sebelumnya. Onad tidak lagi bersembunyi di balik metafora yang rumit, melainkan berbicara langsung tentang dirinya sendiri.

​”Gue belum pernah bikin lagu se-personal ini. It’s all about me,” lanjutnya.

Foto: Istimewa

​Dalam proses kreatifnya, Onad menulis sendiri lirik dan melodi dasarnya. Namun, sentuhan magis tetap hadir melalui bantuan Raka, Sansan, serta Rudye—mantan personel yang masih setia mendukung pergerakan band ini. Menariknya, rekan-rekan satu bandnya langsung memberikan lampu hijau saat pertama kali mendengar demo lagu tersebut karena merasa kejujurannya sangat autentik.

​“Mereka langsung terima. ‘Ini lo banget sih’ katanya. Memang juga kita udah nggak pernah bikin lagu bahasa Indonesia kan. Akhirnya kayak ya udah ini pas banget sih mereka bilang: personal, momennya lagi dapet, lo baru cabut dari rehab, let’s go,” papar Onad.

​”Senyawa dan Candu” juga menjadi tonggak sejarah baru bagi Killing Me Inside Re:union karena mereka akhirnya kembali menggunakan bahasa Indonesia. Keputusan ini membawa angin segar bagi para penggemar yang merindukan narasi lirik yang lugas namun tetap puitis. Trio ini juga memperkenalkan identitas visual yang lebih cerah (cheerful) serta aransemen musik yang lebih condong ke arah pop tanpa kehilangan jati diri.

​Perubahan gaya musik ini disebut sebagai strategi rebranding untuk memasuki era yang lebih dewasa. Onad merasa bahwa ramuan musik yang mereka temukan kali ini adalah versi terbaik dari identitas band yang telah berdiri sejak akhir 2000-an tersebut.

​”Kita mau rebranding lagi, kayak waktu itu dari era The Tormented ke Biarlah. Gue ngerasa kayaknya ini ramuan Killing Me Inside Re:union yang paling pas, karena kita selalu gagal bikin lagu berbahasa Indonesia. Akhirnya kejadian juga dan kayaknya ini deh yang kita suka. Pop-nya Killing Me Inside Re:union tuh segini,” ujar Onad.

​Bagi Killing Me Inside Re:union, tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat sibuk. Mereka menegaskan bahwa eksistensi mereka saat ini bukan hanya sekadar proyek nostalgia untuk memuaskan kerinduan masa lalu, melainkan sebuah fase baru yang lebih serius.

​”Killing Me kan (rilis) single melulu. Nah udah lama nih kita nggak ngeluarin EP. Itu salah satunya. Yang jelas, priority gue tahun ini adalah Killing Me Inside Re:Union,” tutup Onad.

​Kini, “Senyawa dan Candu” sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital streaming. Dengan balutan musik yang lebih luas dan kedalaman rasa yang jujur, lagu ini menjadi bukti bahwa sebuah kesalahan fatal di masa lalu bisa bertransformasi menjadi karya seni yang indah dan penuh harapan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles