3.6 C
New York
Selasa, April 21, 2026
spot_imgspot_img
spot_img

Gubernur Pramono Beri ‘Warning’ BUMD, Segera Ekspansi atau Tergilas Tantangan Global

​Cekkabaronline.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar segera naik kelas. Dalam arahannya, Pramono menekankan bahwa entitas usaha milik pemerintah daerah tidak boleh lagi merasa puas hanya dengan mendominasi pasar domestik. Ia menuntut adanya keberanian untuk melakukan ekspansi bisnis guna memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif di kancah internasional.

​Visi besar ini disampaikan dalam forum bergengsi bertajuk BUMD Leaders Forum 2026 “Synergy For Resilience” yang digelar di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). Acara ini mempertemukan seluruh nakhoda perusahaan plat merah Jakarta, mulai dari jajaran komisaris hingga direksi, untuk menyelaraskan langkah menuju ekosistem ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri secara finansial.

​Pramono menegaskan bahwa beberapa BUMD besar seperti Bank Jakarta, Pasar Jaya, hingga Dharma Jaya memiliki potensi yang sangat besar untuk merambah pasar luar. Menurutnya, keuntungan dari ekspansi tersebut tidak hanya akan memperkuat neraca keuangan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga Jakarta secara keseluruhan.

​”Tidak menjadi pemain lokal, jago kandang, tapi bertarung keluar di antaranya misalnya Bank Jakarta, Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan yang lain-lain dan itu akan saya yakin akan bisa memberikan manfaat juga bagi Jakarta,” tegas Pramono di hadapan direksi dan komisaris BUMD.

​Namun, ambisi menuju level global ini bukan tanpa hambatan. Di tengah upaya memperkokoh peran sebagai pilar ekonomi Jakarta Global City, Pramono mengingatkan para pimpinan BUMD untuk tetap waspada terhadap gejolak eksternal. Ketidakpastian geopolitik dunia dan tantangan alam menjadi dua faktor krusial yang harus masuk dalam perhitungan manajemen risiko setiap perusahaan daerah.

​Secara khusus, Gubernur menyoroti ancaman fenomena iklim El Nino yang diprediksi akan melanda mulai April hingga September mendatang. Ia meminta jajarannya tidak lengah dan segera menyiapkan strategi mitigasi yang matang. Penguatan budaya kerja korporasi yang sehat dianggap menjadi fondasi utama agar BUMD tidak goyah saat menghadapi berbagai tekanan ekonomi maupun gangguan rantai pasok akibat cuaca ekstrem.

​”Maka saya minta juga mereka harus mempersiapkan diri. Dengan demikian, mudah-mudahan konsolidasi BUMD dan membangun corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dikelola secara profesional,” imbuhnya.

​Gubernur menutup arahannya dengan optimisme yang tinggi. Ia percaya bahwa dengan manajemen yang transparan dan profesional, BUMD Jakarta akan bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang jauh lebih tangguh. Transformasi ini dianggap sebagai kunci utama untuk menjawab tantangan masa depan dan menjadikan Jakarta sebagai pusat bisnis global yang mandiri dan disegani.

​Dalam forum strategis tersebut, hadir pula sejumlah pejabat teras Pemprov DKI, termasuk Sekretaris Daerah Uus Kuswanto, Wakil Koordinator Staff Khusus Gubernur Yustinus Prastowo, serta Asisten Perekonomian dan Keuangan Suharini Eliawati. Kehadiran para petinggi ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap upaya penguatan daya saing dan kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta melalui sinergi antar-BUMD.

​Forum ini juga menjadi ajang diskusi tiga topik strategis yang sangat krusial bagi masa depan Jakarta. Fokus utama diarahkan pada akselerasi kinerja investasi melalui creative financing serta sinergi pembiayaan. Pada Triwulan I tahun 2026, langkah nyata telah terlihat dengan adanya pengucuran fasilitas kredit dari Bank Jakarta untuk memperkuat operasional perusahaan-perusahaan strategis seperti Dharma Jaya dan Food Station Tjipinang.

​”Topik pertama yaitu akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing dan sinergi pembiayaan. Untuk Triwulan I tahun 2026, Alhamdulillah telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk 3 BUMD, yaitu PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan juga Food Station Tjipinang,” ungkap Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta.

​Selain pembiayaan, optimalisasi aset strategis juga menjadi sorotan untuk menciptakan sumber pendapatan baru (new revenue stream). Pengembangan properti seperti hunian mix-used, hotel, hingga infrastruktur pengolahan air limbah menjadi prioritas untuk memaksimalkan produktivitas aset yang dimiliki. Melalui penandatanganan Collaboration Charter, seluruh BUMD diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

100PengikutMengikuti
14,300PengikutMengikuti
44,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles